Ilustrasi Mahasiswa Burnout. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Semester 5 bisa dibilang masa paling “ajaib” dalam perjalanan kuliah. Di titik ini, mahasiswa mulai kehilangan euforia awal kampus, tapi juga belum sampai di fase akhir, seperti skripsi.
Tugas banyak, teori rumit, dosen tegas, tapi entah kenapa semangat justru makin menurun.
Baca juga: 5 Hal yang Diam-Diam Bisa Menghancurkan Percaya Diri Mahasiswa di Kampus
Mahasiswa tahu harusnya bisa produktif, tapi badan dan kepala seolah gak sinkron. Di satu sisi, deadline menumpuk, motivasi justru menipis.
Akhirnya, hanya bisa buka laptop, lalu berakhir scroll TikTok sambil merasa bersalah. Fenomena ini bukan tanda malas, tapi sinyal kalau tubuh dan pikiranmu sedang lelah.
Nah, semester 5 sering jadi momen kala banyak mahasiswa mulai drop.
Menurut studi Journal of College Student Development (2024), mahasiswa di pertengahan masa studi paling rentan mengalami burnout karena multitugas tanpa sistem belajar jangka panjang.
Mereka sudah melewati masa adaptasi awal, tapi juga belum punya arah pasti menuju tahap akhir. Selain itu, banyak mata kuliah analitis, laporan berat dan ekspektasi dosen yang semakin tinggi.
Sementara itu, dukungan sistem belajar gak ikut meningkat. Akibatnya, mahasiswa jadi cepat kewalahan dan kehilangan fokus.
Untuk menghindari burnout, mulailah dari hal kecil yaitu atur jam belajar tetap meski cuma satu jam per hari.
Disiplin kecil ini membantu otak mengenali ritme kerja sehingga terbiasa menghadapi beban akademik tanpa panik.
Simpan format dan referensi di satu tempat pakai folder digital, Notion, atau Mendeley biar gak stres tiap kali cari bahan tugas.
Lalu, biasakan riset kecil sebelum menulis. Cukup baca satu jurnal sebagai dasar, supaya tulisannya punya arah dan data yang kuat.
Yang gak kalah penting, beri ruang buat diri sendiri istirahat, tanpa rasa bersalah. Kadang mahasiswa gak butuh motivasi baru, tapi cuma izin buat rebahan sebentar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@bantukuliahmu.id