Danau SDGs IPB University (ipb.ac.id)
INDOZONE.ID – Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pemantauan kuliatias air di Danau SDGs, Kampus IPB Dramaga.
Tujuan ini berupaya untuk menjaga keseimbangkan ekosistem yang ada di lingkungan kampus.
Namun, uniknya pemantauan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan hewan-hewan yang hidup di dasar perairan, yaitu makrozoobentos.
Penelitian tersebut adalah bagian dari skripsi Raniah Nurainifitri Sukamto, mahasiswa Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.
Ada pun dosen yang membimbing penelitian ini, yaitu Prof Bambang Widigdo dan Dr Majariana Krisanti.
Majariana Krisanti menuturkan bahwa Makrozoobentos adalah kelompok organisme yang hidupnya menetap di dasar perairan.
Baca juga: Biar Nugas Gak Drama: 12 Shortcut Laptop yang Wajib Dikuasai Mahasiswa Lagi Skripsi!
Akibat sifatnya yang relatif tidak berpindah, kondisi perairan di atasnya akan sangat memengaruhi kesehatan dan kelangsungan hidup mereka.
Makrozoobentos berguna sebagai bioindikator, di mana organisme yang keberadaannya dapat mencerminkan kondisi kualitas air di habitatnya.
Dengan karakteristik tersebut, makrozoobentos dapat menjadi petunjuk untuk mengehetahui apakah air danau masih sehat atau sudah tercemar.
Penelitian dikerahkan pada lima titik pengamatan, dengan pertimbangan perbedaan kondisi di Danau SDGs.
Hasil yang didapat menunjukkan jika wilayah dengan aktivitas manusia yang minim, mempunyai keanekaragaman makrozoobentos paling tinggi.
“Karena tidak ada akses jalan atau aktivitas manusia di sekitarnya, lingkungan di sana tetap alami dan mendukung kehidupan organisme dasar air,” sebut Majariana.
Tak hanya aktivitas manusia, jenis sedimen atau tanah dasar danau juga bisa memengaruhi kehidupan makrozoobentos.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id