INDOZONE.ID - Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi meluncurkan mobil listrik karya sivitas akademika bernama 'Engi-Move Unhas', dalam acara soft launching yang digelar di halaman JK Arenatorium, Makassar.
Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Unhas menuju kampus bebas emisi (carbon neutral campus), yang mendukung upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menjelaskan, peluncuran Engi-Move merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kampus yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
“Unhas telah mendeklarasikan diri sebagai Carbon Neutral Campus, yang artinya emisi yang dihasilkan kampus harus seminimal mungkin, sementara kemampuan kampus menyerap karbon harus terus ditingkatkan. Tujuannya agar Unhas benar-benar menjadi kampus zero emission,” ujar Prof. Jamaluddin dikutip Minggu (2/11/2025).
Ia menambahkan, meski konsep kampus bebas emisi terdengar sederhana, penerapannya membutuhkan strategi dan konsistensi tinggi.
Beberapa universitas di dunia telah mematok target menjadi kampus bebas karbon pada tahun 2040 hingga 2060.
“Indonesia menargetkan bebas emisi pada 2060, tapi itu terlalu lama jika kita tidak mulai bergerak sekarang. Karena itu, Unhas memulainya dari langkah-langkah konkret seperti pengembangan kendaraan listrik dan penghijauan,” tuturnya.
Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa elektrifikasi transportasi kampus menjadi bagian penting dalam mencapai target nol emisi. Ia menyebutkan, walau sudah banyak kendaraan listrik beredar di pasaran, menciptakan mobil listrik mandiri menjadi simbol kemandirian dan harga diri universitas.
“Kampus itu gudangnya inovasi, sumber manusia unggul, sekaligus harga diri bangsa. Mobil ini menjadi simbol bahwa mahasiswa dan dosen Unhas mampu melahirkan karya nyata di bidang teknologi ramah lingkungan,” jelasnya.
Ketua Tim Proyek Engi-Move Unhas, Prof. Syamsul Bahri, mengungkapkan bahwa saat ini lima unit mobil listrik telah selesai diproduksi.
Tim akan terus menambah jumlahnya agar dapat digunakan oleh berbagai fakultas dan kegiatan kampus, termasuk mendukung Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38 pada 23 November 2025.
“Proses pembuatan mobil ini sekitar dua hingga tiga bulan. Beberapa komponen seperti baterai masih diimpor dari China, namun perakitan dan sistem kelistrikan dikerjakan sepenuhnya oleh tim Unhas,” jelas Prof. Syamsul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA