Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 14:40 WIB

Mahasiswa UNNES Hadirkan Transformatech, Solusi Belajar Matematika dan Melatih Berpikir Sistematis

Author

Siswa melakukan pembelajaran interaktif tentang materi Transformasi Geometri (unnes.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) telah mengembangkan sebuah inovasi pendidikan, “Transformatech”.

Inovasi tersebut dirancang sebagai respons terhadap tingkat pencapaian matematika di kalangan siswa Indonesia yang masih rendah. 

Baca juga: Kunjungi Mahasiswa Penerima KIPK, Wamendiktisaintek Tegaskan Akses Pendidikan Merata

Berdasarkan data PISA pada 2022, skor matematika siswa Indonesia berada menyentuh angka 366, yang menempatkan negara ini di posisi ke-63 dari 81 negara yang disurvei.

Capaian tersebut menjadi indikasi adanya tantangan besar bagi para siswa dalam menguasai keterampilan berpikir sistematis.

Lebih lanjut, penelitian oleh Supiarmo & Susanti pada 2021 menyoroti, di mana kemampuan berpikir siswa masih terbatas pada pengenalan pola dan belum mencapai tahap berpikir algoritmik atau abstraksi.

Transformatech hadir sebagai solusi terukur yang berhasil mengintegrasikan unsur matematika, budaya, dan teknologi,  yang memanfaatkan platform Scratch dan Batik sebagai media utama. 

Baca juga: Hilangkan Ketakutan Matematika di SD, UAJ Ciptakan Model Kosa Kata TSN Jadi Pelajaran Menyenangkan

Sebuah Website Interaktif untuk Transformasi Geometri

Transformatech adalah sebuah website pembelajaran interaktif yang berfokus pada materi Transformasi Geometri.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim dari Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA UNNES.

Tim diketuai oleh Resty Kartika Sari, di bawah bimbingan langsung dari Adi Satrio Ardiansyah, S.Pd., M.Pd..

Anggota tim terdiri dari Maylafayza Salsabila Zen, Danella Putri Wulandari, Cahya Sari Ardiani, dan Avita Dewi Sila Wardani.

Inovasi ini berhasil mendapat pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Sosial dan Humaniora (RSH) yang didukung Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI). 

Baca juga: Tim Magna Energy Unhas Raih Juara 1 YEH 2025, Dapat Pendanaan Riset Mencapai Rp250 Juta

Dua Pendekatan Utama dalam Pembelajaran

Transformatech telah diterapkan di SMP Negeri 13 Semarang. Keunikannya terletak pada dua pendekatan pembelajaran utama, yaitu Differentiated Learning dan Challenge-Based Learning.

Differentiated Learning (Pembelajaran Berdiferensiasi), dirancang untuk melayani berbagai gaya belajar siswa.

Siswa visual dilayani dengan video, siswa auditori dengan rekaman audio bergaya podcast, dan siswa kinestetik dengan simulasi melalui Scratch.

Sedangkan Challenge-Based Learning (CBL), siswa tidak hanya mempelajari rumus matematika, tapi juga ditantang untuk bekerja secara berkelompok mendesain motif Batik Nusantara.

Dalam proses desain ini, mereka wajib menerapkan prinsip transformasi geometri dengan menyusun blok-blok kode visual pada platform Scratch. 

Baca juga: UNDANA dan Maastricht University Adakan Kolaborasi untuk Penguatan Pembelajaran Kolaboratif dan Pembangunan Pedesaan NTT

Sebagai riset di bidang Sosial dan Humaniora, fokus utama proyek ini adalah mengukur dampaknya pada manusia, bukan hanya menciptakan produk.

Tujuan penelitian ini untuk mengukur kelayakan, kepraktisan, respons siswa, juga keefektifan produk dalam meningkatkan kemampuan berpikir komputasional siswa secara signifikan.

Melalui inovasi tersebut, UNNES berkontribusi nyata dalam melahirkan calon pendidik yang adaptif, mampu menciptakan solusi pembelajaran yang efektif, interaktif, dan berakar pada budaya lokal untuk menjawab tantangan pendidikan di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unnes.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU