Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 12:06 WIB

Mendiktisaintek Dorong Lembaga Pendidikan Tinggi Bertranformasi Jadi Pusat Inovasi

Author

Mendiktisaintek Brian Yuliarto (ANTARA)

INDOZONE.ID - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menjelaskan terkait target jangka panjang lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.

Ia menyebut bahwa ada produk yang harus dihasilkan di dalam negeri, sehingga mengajak kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi buat jadi pusat penciptaan nilai (value creation center).

Brian menegaskan bahwa ini adalah permintaan yang datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: 6 Tahap Olah Data yang Wajib Diikuti Mahasiswa supaya Penelitiannya Lebih Terstruktur

“Kami juga memiliki tema kajian strategis nasional. Ini adalah permintaan langsung dari Bapak Presiden kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia," kata Mendiktisaintek, Brian dalam sambutannya pada Pembukaan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Surabaya, Rabu.

Produk yang Sedang Dikaji

Selain itu, ia mengaku bahwa pihaknya saat ini sedang mengkaji berbagai produk, seperti garam, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), kompor listrik, pengelolaan sampah, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), dan beberapa produk lainnya.

Baca juga: Jalan Pintas Menuju Petaka Akademik, 4 Dampak Negatif Pakai Joki Tugas yang Wajib Mahasiswa Tahu!

Sebab itulah, ia mengajak seluruh lembaga pendidikan tinggi untuk bisa bertransformasi, mengubah pengetahuan jadi inovasi. Hadirnya inovasi ini diharapkan bisa berdampak pada kemajuan dalam negeri serta industri strategis.

“Kami sedang merumuskan mana made in Indonesia di tahun 2035 dan 2045. Kita harus punya target, apa yang harus kita kuasai, apa yang harus kita bisa produksi di negeri tercinta kita. Karena, sekali lagi perguruan tinggi harus bisa bertransformasi menjadi value creation center,” tegasnya.

Baca juga: Bingung Bikin Rumusan Masalah? Ini Cara Praktis yang Bisa Dipakai Mahasiswa untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Kolaborasi Lembaga Pendidikan Tinggi dan Mitra

Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan tinggi harus kolaborasi dengan banyak pihak, seperti BUMN, Industri, Danantara, bahkan diaspora Indonesia.

Saat ini, Brian menyebut lagi menyiapkan aturan dobel afiliasi, dimana dosen bisa kolaborasi dengan diaspora Indonesia di berbagai kegiatan lembaga pendidikan tinggi.

Hal ini sebagai dorongan bagi lembaga pendidikan tinggi dalam negeri bisa bangun kolaborasi dengan akademisi global, hingga memberdayakan talenta Indonesia yang ada di luar negeri.

Baca juga: 6 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari Mahasiswa Saat Sempro Biar Sidang Proposal Lancar

“Bapak-Ibu sekalian, kami sedang merancang aturan bagaimana membuat diaspora itu bisa menjadi double afiliasi dengan kampus-kampus bapak-ibu sekarang. Silahkan bapak ibu mulai menjalin komunikasi dengan diaspora kita,” katanya.

Para diaspora ini dapat direkrut sebagai pembimbing mahasiswa S3, mitra riset, mitra industri, bahkan dosen di berbagai kampus dalam negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU