Ilustrasi mahasiswa sedang berpikir (Freepik)
INDOZONE.ID – Bagi sebagian mahasiswa, layanan joki tugas mungkin terlihat menggiurkan sebagai jalan pintas untuk mendapatkan nilai bagus.
Namun, sangat penting untuk memahami kelemahan fatal yang ditimbulkan ketika mahasiswa menggunakan layanan joki tugas.
Berikut empat dampak negatif yang harus kamu pertimbangkan sebagai mahasiswa mahasiswa sebelum menggunakan layanan ini.
Baca juga: Dikasih Tugas Presentasi? Ini 5 Tips yang Harus Mahasiswa Kuasai
Salah satu utama memesan joki tugas adalah pemborosan uang. Mahasiswa yang rutin menggunakan layanan ini, akan mengeluarkan banyak biaya untuk membayar penyedia joki.
Bahkan, dalam satu bulan, seorang mahasiswa dapat mengeluarkan uang sebanyak Rp1 juta jika sering menggunakan layanan joki.
Uang yang seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan kuliah, jajan, atau bahkan investasi masa depan, malah terbuang untuk layanan yang seharusnya bisa dikerjakan secara mandiri.
Baca juga: Intip Drama Biaya Toga di 6 Kampus Top Indonesia: Gratis, Beli atau Uang Jaminan?
Mahasiswa yang sering memesan layanan joki dan tidak berlatih untuk memecahkan masalah sendiri, dapat membuat kecerdasan IQ menjadi tumpul.
Jika penyedia layanan tidak memberikan fasilitas, seperti kursus gratis atau pemberitahuan rinci tentang cara menjawab soal tugas, potensi kemampuan kognitif mahasiswa akan berkurang.
Otak yang tidak dibiasakan untuk berpikir keras dalam memecahkan masalah, mengakibatkan kemampuan berpikir kritis semakin menurun.
Di era yang semakin canggih, dosen punya peluang besar untuk menghetahui mahasiswa yang memesan joki tugas.
Adanya teknologi pengecekan plagiarisme, semakin mempermudah pengawasan akademik, kecurigaan bahkan bisa akurat jika mahasiswa kesulitan menjelaskan tugasnya secara langsung saat diminta dosen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Asistentugas.com