INDOZONE.ID - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), Shallot Patch, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menciptakan inovasi microneedle patch.
Inovasi tersebut berhasil lolos seleksi dan dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 pada tahun 2025.
Baca juga: UGM Sabet 2 Gelar di MAJU:ON Hackathon 2025, Kembangkan Inovasi Ramah Lingkungan
Tim Shallot Patch terdiri dari Daffa Noor Ainy, Windi Trimei Lasari, Masrukhan Ghozali, Alfin Hudaifah Al Fariz, Alisa Naela Zahwa, dengan dosen pembimbing Dr. Santi Nur Handayani, M.Si,
Microneedle patch atau plester jarum mikro terbuat dari limbah kulit bawang merah yang digunakan sebagai terapi penyakit hiperlipidemia.
Hiperlipidemia adalah masalah kesehatan global yang serius, di mana ditandai dengan peningkatan kadar trigliserida, kolesterol, dan lipid dalam darah.
Prevalensinya mencapai sekitar 40 persen pada populasi dewasa dunia dan menyumbang 5,3 juta kematian setiap tahunnya. Di Indonesia, angka penderita hiperlipidemia menyentuh 18 persen.
Baca juga: UKM Kembangkan Protokol Diseksi Tulang Belakang untuk Penyembuhan Penyakit Slip Disc
Ketua tim, Daffa Noor Ainy, mengungkapkan bahwa terdapat kandungan kuersetin yang signifikan dalam kulit bawang merah—bahan yang selama ini sering dianggap sebagai sampah.
Kuersetin adalah senyawa bioaktif yang dikenal sebagai antihiperlipidemia, mampu mencegah oksidasi Low Density Lipoprotein (LDL), yang merupakan pemicu utama hiperlipidemia.
Meskipun bermanfaat, penggunaan kuersetin sering terkendala oleh stabilitas dan kemampuan yang rendah untuk mencapai target terapi.
Menanggapi hambatan tersebut, tim menggunakan teknologi dissolving microneedle patch (DMN) atau jarum mikro larut, yang lebih efektif digunakan karena tidak akan menimbulkan rasa sakit.
Baca juga: Mahasiswa UIN Bandung Ciptakan Inovasi Kaki Prostetik Daur Ulang dan Pembentukan Bank Sampah
DMN mampu meningkatkan ketersediaan hayati (bioavailabilitas) dan stabilitas senyawa kuersetin, sehingga memberikan efek terapi yang lebih optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unsoed.ac.id