INDOZONE.ID – Suasana di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) mendadak menjadi sorotan. Bukan seperti kampus biasanya, tetapi lebih mirip festival musim gugur khas Jepang.
Semua itu karena ORENJI 2025, acara tahunan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang (BKJ) yang akhirnya kembali hadir dengan meriah.
Tahun ini, ORENJI (Original Event of Japan in Indonesia) mengangkat tema musim gugur bertajuk Mojou na Fantajia, sebuah konsep yang hangat, imajinatif, dan penuh vibes positif untuk para pecinta budaya Jepang.
Baca juga: FIB Undip Sukses Gelar Ketoprak “Ande-Ande Lumut”, Bukti Nyata Cinta Budaya di Usia ke-60
Sambutan Pembuka: ORENJI Jadi Ruang Kreatif Mahasiswa BKJ
Acara resmi dibuka oleh Dekan FIB Undip, Prof. Alamsyah, yang menegaskan bahwa ORENJI bukan sekadar festival seru-seruan.
Acara ini adalah ruang mahasiswa untuk menghidupkan ilmu tentang bahasa dan budaya Jepang secara nyata.
Beliau juga mengingatkan bahwa ORENJI sudah berjalan hampir sembilan tahun, bahkan sebelum pandemi COVID-19 melanda.
Dalam sambutannya, Prof. Alamsyah mengatakan bahwa ORENJI membantu mahasiswa BKJ menginternalisasi pengetahuan lewat praktik langsung.
Beliau juga mengapresiasi tingginya minat pengunjung dari berbagai komunitas pecinta budaya Jepang.
Setiap tahun, ribuan partisipan memadati area FIB Undip, dan tahun ini pun antusiasmenya nggak kalah besar.
Kehadiran tamu dari perwakilan Japan Foundation juga membuat acara ini terasa semakin prestisius, bahkan berdampak untuk promosi Program Studi BKJ di level nasional dan internasional.
Baca juga: FIB Undip Rayakan Dies Natalis ke-60, Ini Rangkaian Acaranya!
Kehadiran Pimpinan Fakultas dan Dosen
Acara ini juga dihadiri banyak pimpinan dan dosen FIB Undip, seperti Eta Farmacelia Nurulhady sebagai Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan, Zaki Ainul Fadli sebagai Ketua Prodi BKJ, serta Elizabeth Ika Hesti Aprilia Nindia Rini selaku Sekretaris Prodi BKJ.
Para dosen lintas prodi, mahasiswa, hingga komunitas Jepang dari Semarang dan sekitarnya turut memeriahkan acara. Kehadiran mereka membuat suasana terasa semakin hangat dan kompak.
Keseruan Acara: Dari Taiko Sampai Hanabi
Rangkaian acaranya padat, dimulai pukul 08.00 WIB dengan open gate. Begitu masuk, pengunjung langsung disambut suasana penuh aksen Jepang.
Salah satu atraksi paling ditunggu adalah Omikoshi dan Taiko yang langsung mencuri perhatian ramai karena energinya benar-benar pecah.
Selain itu, ada juga Odori, lomba song cover, cosplay competition, hingga cosplay walk yang jadi favorit para pengunjung.
Panggung ORENJI 2025 juga kedatangan banyak guest star seperti Funnmeri, Candys, Twenty Nineteens, Little Black CHERIÉ, Momokun, Animeow, hingga DJ Paripi Beatz yang bikin suasana makin hidup.
Sebagai penutup paling memorable, Hanabi dinyalakan pada malam puncak acara, memberikan pengalaman malam khas festival Jepang.
Wadah Ekspresi, Kreativitas, dan Pertukaran Budaya
ORENJI 2025 bukan hanya event biasa. Acara ini adalah bukti bagaimana mahasiswa BKJ FIB Undip bisa menggabungkan kreativitas, budaya, dan kerja sama dalam satu festival besar.
Di balik semua penampilannya, ORENJI juga menjadi ruang belajar, tempat mahasiswa mengembangkan kemampuan event organizing, memperluas relasi budaya, sekaligus merayakan kecintaan terhadap Jepang.
Melalui ORENJI, FIB Undip kembali menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar teori, tapi juga tempat di mana budaya bisa dihidupkan dengan cara yang hangat, kreatif, dan penuh semangat.
Tahun ini, Mojou na Fantajia sukses membawa kehangatan musim gugur ke tengah kampus, dan meninggalkan pengalaman yang pasti bakal dikenang lama oleh para pengunjung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung