INDOZONE.ID - Suasana kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) terasa beda beberapa hari terakhir.
Bukan cuma ramai mahasiswa, tapi juga dipenuhi warna dan karya seni luar biasa dari pelukis nasional, Arie Jatmiko.
Yup, pameran lukisan tunggal terbesar di kampus bertajuk “Jatmikaning Bumi” resmi ditutup pada Jumat, 10 Oktober 2025, setelah sukses digelar sejak 6 Oktober di Art Center FIB Undip, Tembalang.
Pameran ini jadi bagian keren dari rangkaian Dies Natalis ke-60 FIB Undip dan berhasil nyita perhatian banyak orang.
Penutupan pameran berlangsung hangat dan penuh apresiasi. Wakil Dekan II FIB Undip, Dr. Dra. Siti Maziyah, M.Hum., hadir mewakili Dekan FIB Undip, Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum., untuk menutup acara secara resmi.
Dalam sambutannya, beliau bilang kalau pameran ini bukan cuma memperindah kampus, tapi juga jadi simbol bahwa FIB Undip benar-benar hidup sebagai rumah seni dan budaya.
“Pameran ini jadi bukti kalau seni bisa berdampingan sama ilmu pengetahuan. Kampus bukan cuma tempat belajar teori, tapi juga tempat mengekspresikan rasa dan kreativitas,” katanya.
Pernyataan itu langsung dapet banyak anggukan setuju dari para pengunjung. Soalnya, selama lima hari berlangsung, Art Center FIB Undip selalu ramai didatangi mahasiswa, dosen, bahkan masyarakat umum yang penasaran sama karya-karya Arie Jatmiko.
Pameran “Jatmikaning Bumi” sendiri benar-benar nyentuh hati banyak orang. Goresan Arie Jatmiko nggak cuma menampilkan keindahan visual, tapi juga membawa pesan mendalam soal hubungan manusia dengan alam.
Warna-warnanya kuat, karakternya ekspresif, dan setiap lukisan seakan ngajak kita merenung tentang bumi yang kita pijak.
Nah yang bikin makin keren, pameran ini bukan cuma jadi ajang seni biasa, tapi juga titik temu antara dunia akademik dan dunia kreatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung