Kisah Armaya Doremi Gagal TOEFL 7 Kali Hingga Menjadi Lulusan Terbaik di Northeastern University
INDOZONE.ID - Kisah inspiratif datang dari Armaya Doremi, perempuan asal Binjai, Sumatera Utara, yang berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik di Northeastern University AS jenjang S2.
Meski awalnya Doremi menghadapi keterbatasan besar, termasuk kegagalan berulang dalam tes bahasa Inggris tapi ia tetap berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik.
Baca juga: Kisah Cut Vivia, Dari Ranking Terendah di kelas Hingga Tembus Kampus ITB
Kehidupan Awal: Tanggung Jawab, Kerja, dan Semangat Bertahan
Sejak remaja, Doremi sudah menanggung sebagian beban ekonomi keluarga. Setelah menamatkan SMA, ia sempat bekerja sebagai SPG untuk membantu orang tua. Bahkan bakat tarik suaranya sempat membawanya ke ajang-ajang hiburan, tapi itu gak membuat ia melupakan pendidikan.
Setelah lulus D3 Pariwisata, langkah akademiknya sempat berubah arah. Ia memilih menempuh S1 di bidang komunikasi di Jakarta.
Di tengah pekerjaan dan kesibukan, kesempatan baru muncul yaitu tawaran untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 asal sang penerima benar-benar siap berusaha.
Hambatan muncul ketika ia sama sekali belum menguasai bahasa Inggris. Tes TOEFL gagal sebanyak tujuh kali menciptakan tekanan tersendiri.
Tapi, menurut Doremi, kegagalan tersebut justru memantik semangatnya untuk terus belajar hingga akhirnya lulus ujian itu dan diterima di kampus impiannya di Amerika.
Adaptasi di Negeri Orang: Dingin, Kesulitan, dan Disiplin
Tiba di Boston, Doremi langsung menghadapi realitas keras dengan cuaca ekstrim, adaptasi budaya, hingga gaya belajar yang sangat berbeda.
Ia harus tinggal di asrama bersama mahasiswa internasional lainnya, berjuang menyesuaikan diri dengan standar hidup baru, serta menata ulang kebiasaan dari makanan hingga cara berinteraksi.
Di kampus, beban studinya pun berat. Penekanan pada critical thinking, diskusi intensif, riset mendalam, serta tugas-tugas akademik membuat setiap hari terasa penuh tantangan. Tapi ia tidak menyerah dengan disiplin belajar, memanfaatkan tutor, dan konsistensi menjadi kunci.
Dari Perjuangan ke Penghormatan: Lulusan Terbaik dan Pembicara Wisuda
Semua kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Doremi dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik di universitasnya.
Bahkan, ia dipercaya menjadi pembicara utama dalam upacara wisuda, mewakili seluruh mahasiswa angkatannya sebuah pencapaian yang tidak mudah dicapai.
Di momen itu, ia tampil dengan membawa semangat inspiratif untuk mengajak generasi muda agar gak takut mengambil risiko, bekerja keras, dan mempercayai proses sekaligus menunjukkan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk bermimpi tinggi.
Dari S2 ke Komunitas: Membuka Jalan bagi Orang Lain
Setelah lulus, Doremi gak berhenti di prestasi pribadi. Ia membangun komunitas bernama “Study with Armaya”, sebagai wadah untuk membantu pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di luar negeri terutama mereka yang awalnya merasa takut atau ragu karena keterbatasan bahasa atau ekonomi.
Baca juga: Kisah Afanin Naura, Anak Ojol yang Tembus Beasiswa Kedokteran UMY dengan Perjuangan Panjang
Lewat komunitas itu, ia berbagi pengalaman, memberi panduan belajar bahasa Inggris, serta mendorong banyak orang untuk keluar dari zona nyaman.
Mimpi besarnya gak hanya untuk diri sendiri, tapi juga bagi mereka yang juga ingin mengambil peluang lebih besar di dunia internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Voaindonesia.com, Voaindonesia.com