Andhika Satria Pratama (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Kisah Andhika Satria Pratama menjadi doctoral candidate di bidang termodinamika dan dinamika fluida di Chalmers University of Technology, Swedia.
Andhika merupakan alumni Teknik Fisika, Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).
Lulus S1 pada 2020 dengan program fast track yang dilanjutkan ke S2 di kampus yang sama, Andhika menyelesaikan magisternya pada 2021 dengan IPK 3,98. Pada 2022.
Lalu, Andhika melanjutkan ke Swedia dalam program Engineering Mathematics and Computational Science yang dibuka di Chalmers University of Technology, dengan kesempatan beasiswa bebas biaya kuliah untuk studi doktoralnya.
Ketertarikan Andhika terhadap dinamika fluida muncul sejak masih di bangku sarjana. Pengambilan mata kuliah yang berkaitan dengan mekanika fluida dan kegigihan memahami aspek matematika yang kompleks menjadi pendorong utama.
Ia menceritakan bagaimana prasangka “berat” terhadap bidang tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri.
“Dari dulu saya memang tertarik di bidang ini, dan merasa ingin belajar lebih dalam. Mechanical fluid dynamics itu terkenal secara matematika cukup berat, tapi justru di situ menariknya,” ungkap Andhika seperti yang dilansir dari laman resmi UGM pada Jumat (7/11/2025).
Pada awal studi di Swedia, Andhika mengaku terkejut dengan ritme belajar yang sangat cepat dan intens. Ia pun mengatakan bahwa universitas menyediakan tips dan panduan belajar efektif yang membantunya beradaptasi dengan sistem baru secara lebih baik.
Sebagai mahasiswa doktoral, Andhika kini bekerja sebagai peneliti di divisi Fluid Dynamics di kampus tersebut. Setiap hari, ia berkantor di departemen riset dan aktif dalam tugas-pengajaran sebagai teaching assistant.
Baca juga: Kisah Gugun Gumilar yang Berhasil Meraih Gelar Doktor di Dublin City University
“Saya juga punya department duties, salah satunya mengajar. Saya menjadi teaching assistant di beberapa mata kuliah. Kalau diakumulasi, kira-kira enam bulan untuk mengajar, satu tahun untuk mengambil mata kuliah, dan tiga tahun sisanya fokus pada riset,” jelas Andhika.
Selain itu, Andhika juga menekankan pentingnya mengenal minat secara mendalam karena hal itu membuat proses pelajaran menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Ia juga mendorong generasi muda di kampus untuk tidak ragu mengejar kesempatan beasiswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id