Sabtu, 06 DESEMBER 2025 • 08:18 WIB

Aliansi Mahasiswa–Bogor Tanggap Bencana Sumatra Dibentuk, Bantu Perantau dan Korban di Kampung Halaman

Author

Aliansi Mahasiswa–Bogor Tanggap Bencana Sumatra (Rivan Efendi). 

INDOZONE.ID - Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang menempuh pendidikan di IPB University resmi membentuk Aliansi Mahasiswa–Bogor Tanggap Bencana Sumatra sebagai respon atas musibah yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. 

Pembentukan aliansi ini didorong oleh solidaritas sesama perantau yang keluarganya terdampak langsung bencana di kampung halaman.

Deklarasi berlangsung di Kedai Malaka, Bogor Barat, dan dihadiri oleh organisasi mahasiswa daerah (OMDA) dari berbagai provinsi. 

Inisiatif pertama muncul dari IMTR dan IKAMAPA Bogor (mahasiswa Aceh), kemudian disusul oleh IKAMAPSU (Sumatra Utara) dan IMPACS (Sumatra Barat) sebagai wilayah paling terdampak. 

Baca juga: Kisah Sauqi Sawa Bikalawan Jadi Lulusan Terbaik Unesa yang Lulus S2 Tanpa Tesis

Dukungan meluas dari organisasi kemahasiswaan IPB dan OMDA dari seluruh Indonesia, menjadikan gerakan ini salah satu bentuk solidaritas mahasiswa terbesar di Bogor pada akhir 2025.

Tiga Fokus Aksi Kemanusiaan

Dalam rapat perdana, aliansi menetapkan tiga program utama:

1. Dapur Umum untuk Mahasiswa dan Perantau Terdampak

Dapur umum berlokasi di area parkir mobil Kedai Malaka Bogor dan menyediakan makanan gratis dua kali sehari bagi mahasiswa dari Aceh, Sumut, dan Sumbar yang tengah menunggu pemulihan ekonomi keluarganya akibat bencana.

2. Pengumpulan dan Penyaluran Bantuan

Donasi dihimpun dalam bentuk uang tunai, pakaian layak pakai, dan bahan pangan prioritas. Penyaluran dilakukan bertahap melalui jaringan OMDA masing-masing daerah terdampak, dengan pelaporan keuangan dilakukan secara transparan setiap hari pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Mahasiswa BINUS University Masuk Grand Final Huawei Developer Competition Asia Pacific 2025 Lewat Inovasi Citi Flow AI

3. Pusat Informasi dan Konseling

Posko menjadi pusat pertukaran informasi kondisi terkini di daerah bencana sekaligus ruang konseling bagi mahasiswa yang terdampak tekanan psikologis akibat musibah.

Ketua Aliansi Mahasiswa–Bogor Tanggap Bencana Sumatra, Fajar Al Fitra, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar aksi pengumpulan donasi, melainkan upaya memastikan bahwa mahasiswa perantau tetap baik-baik saja secara ekonomi dan mental selama masa krisis.

“Kami ingin keluarga di kampung halaman tahu bahwa anak-anak mereka aman di Bogor. Kami saling menjaga, kami saling menguatkan, dan kami memastikan tidak ada mahasiswa yang kelaparan ataupun menyerah pada keadaan hanya karena bencana yang menimpa keluarga mereka di Sumatra,” ungkap Fajar.

Baca juga: Gerak Cepat UNJ Tangani Bencana Sumatera Libatkan Dosen dan Mahasiswa: Gandeng PMI dan UNP

Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini terbuka bagi siapapun yang ingin berpartisipasi.

“Aliansi ini bukan milik organisasi tertentu, melainkan milik seluruh pihak yang ingin terlibat dalam kerja-kerja kemanusiaan. Siapa pun dapat berkontribusi dalam bentuk apa pun.”

Progres Posko dan Kegiatan Lapangan

Tenda posko bantuan telah berdiri bekerja sama dengan Polresta Bogor dan Dinas Sosial. 

Sementara sistem kupon berbasis barcode sedang diuji untuk pendataan penerima manfaat dapur umum agar distribusi berlangsung tertib dan tepat sasaran.

Ke depan, aliansi juga akan menyelenggarakan tausiyah dan doa bersama sebagai rangkaian pembukaan dapur umum serta menjalin koordinasi dengan SPPG Margajaya, Ditmawa IPB, lembaga pendidikan, instansi pemerintahan, dan NGO kemanusiaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU