Tim Citi Flow AI BINUS. (binus.ac.id)
INDOZONE.ID - Prestasi membanggakan datang dari mahasiswa Computer Science Global Class BINUS University. Tim Citi Flow AI berhasil menembus Grand Final Huawei Developer Competition Asia Pacific 2025 di Hong Kong dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke babak puncak ajang bergengsi tersebut.
Pada kompetisi internasional yang berlangsung November 2025, tim Citi Flow AI bersaing di kategori “Society and Sustainability” bersama peserta dari Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, serta Hong Kong.
Baca juga: Daftar Lengkap Juara Umum PIMNAS Sejak 2004, UGM Pemegang Gelar Terbanyak
Meski menghadapi lawan berat termasuk mahasiswa S2 dan S3, peneliti, bahkan startup berpengalaman tim asal BINUS, menunjukkan kualitas ide dan implementasi yang menjanjikan.
Anggota Citi Flow AI terdiri dari lima mahasiswa Karldritz Farrel Hanson, Griven Nathanael, Farih Muhammad, Kara Kalani Al Biruni, dan Nicolas Wijaya.
Kiprah mereka makin impresif, mengingat proyek dikembangkan dalam waktu singkat hanya satu hingga dua bulan. Padahal, banyak tim lain mempersiapkan inovasinya selama bertahun-tahun serta didukung dana besar.
Salah satu panelis bahkan langsung memberi apresiasi dan menjembatani tim Citi Flow AI dengan perusahaan di Indonesia yang tertarik menerapkan solusi mereka. Hal ini membuka peluang nyata bagi inovasi mahasiswa untuk masuk ke ranah industri.
Kesuksesan tim Citi Flow AI dianggap jadi bukti, bahwa mahasiswa S1 di Indonesia lewat dukungan kampus yang tepat mampu bersaing secara global.
Menurut pihak BINUS, hasil ini mencerminkan kekuatan ekosistem pendidikan mereka yang mendukung riset, kolaborasi, dan kompetisi internasional.
BINUS berharap pencapaian ini jadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya, untuk memanfaatkan kesempatan riset dan kompetisi, gak hanya sebagai pelengkap akademik, tetapi juga sebagai jalan nyata untuk berkontribusi dalam solusi sosial dan teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Binus.ac.id