INDOZONE.ID - Sebagai bentuk respons cepat terhadap krisis akibat banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Universitas Airlangga (UNAIR) mendirikan posko kesehatan sejak Sabtu 6 Desember 2025.
Posko ini ditujukan untuk memberikan layanan medis dasar kepada warga terdampak, mengingat sebagian besar fasilitas kesehatan lokal rusak atau tidak bisa dioperasikan.
Baca juga: Kampus UPI Bebaskan UKT Mahasiswi Korban Banjir Bandang di Sumatra Barat Dukungan hingga Lulus
Tim Medis Gabungan Siap Turun Tangan
UNAIR mengirim tim gabungan yang terdiri dari tenaga medis Fakultas Kedokteran, staf dari RS UNAIR, serta dokter dari RSUD Dr. Soetomo. Tim ini berangkat melalui jalur darat pada Jumat 5 Desember 2025 dan tiba di Aceh Tamiang keesokan harinya.
Struktur tim meliputi dokter spesialis anestesi, ahli ortopedi, dan beberapa dokter residen, serta tenaga pendukung lain. Sejumlah obat-obatan dan peralatan medis darurat dibawa sebagai bekal awal untuk memulai pelayanan.
Pelayanan Medis Dasar dan Penanganan Luka Infeksi
Sejak dibuka, posko langsung dipadati warga yang mencari bantuan medis. Sebagian besar warga datang untuk pemeriksaan kesehatan dan penanganan luka yang diakibatkan oleh serpihan pecahan kaca atau logam, imbas dari banjir dan longsor.
Tim medis menangani kasus dengan tindakan seperti pembersihan luka dan perawatan medis dasar, termasuk anestesi lokal pada kasus infeksi yang parah.
Kondisi ini dianggap memprihatinkan, karena banyak warga harus terpapar risiko infeksi dan kontaminasi akibat limpasan air bercampur lumpur serta pecahan material di lingkungan terdampak.
Tantangan di Lapangan dan Komitmen Jangka Panjang
Menurut laporan tim, kondisi di Aceh Tamiang sangat kritis, hampir seluruh fasilitas kesehatan rusak atau tertutup banjir, sehingga warga benar-benar membutuhkan akses layanan medis mendesak.
Untuk membantu jangka panjang, UNAIR juga merencanakan penambahan tim lanjut, pengiriman logistik kesehatan, serta jika dibutuhkan, pengoperasian layanan rawat jalan di klinik lokal yang direvitalisasi.
Baca juga: Selamat! Tim Mahasiswa UNAIR RADJU Berhasil Raih Juara 1 LIDM 2025 dengan Inovasi ‘RADVent’
Penyerahan bantuan medis oleh UNAIR menunjukkan kalau kampus bisa berperan lebih dari sekadar lembaga pendidikan, tapi juga menjadi pelaku aktif dalam tanggap darurat dan kemanusiaan.
Kehadiran posko kesehatan ini diharapkan membawa angin segar dan harapan baru bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak bencana, terutama mereka yang rentan terhadap risiko kesehatan pascabencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id