Ultrafiltrasi UNAND: Mengubah Air Lumpur Menjadi 0 NTU, Penyelamat Kesehatan Warga Terdampak Bencana
INDOZONE.ID - Universitas Andalas (UNAND) mendukung pemulihan pascabencana dengan mengintroduksi teknologi penjernihan air modern di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Melalui program UNAND Peduli Bidang Air dan Sanitasi, perguruan tinggi ini melaksanakan survei dan memperkenalkan teknologi ultrafiltrasi yang unik: sistem ini dirancang untuk beroperasi tanpa memerlukan listrik.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UNAND dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar air bersih yang aman dan layak digunakan.
Kegiatan ini diprioritaskan untuk wilayah Koto Alam dan Nagari IV Koto Palembayan, yang diidentifikasi memiliki kebutuhan air bersih paling mendesak.
Pasca bencana, masyarakat setempat masih kesulitan mendapatkan air layak karena sumber air utama, yaitu sungai, terkontaminasi lumpur dan menjadi keruh, terutama saat hujan.
Koordinator Tim Air Bersih UNAND, Dr. Eng. Dendi Adi Saputra, menjelaskan bahwa hasil pengujian awal memastikan tingkat kekeruhan air di lokasi sangat tinggi.
Baca juga: Terobosan COLSENSE UNAIR: Deteksi Bakteri E. Coli di Air Kini Cuma Butuh Hitungan Jam!
“Setelah dilakukan pengujian, tingkat kekeruhan air tergolong tinggi sehingga diperlukan proses filtrasi atau penyaringan sebelum air dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai respons, Tim UNAND Peduli menerapkan sistem ultrafiltrasi dengan kapasitas besar yang mampu mengolah hingga 10.000 liter air per jam.
Keunggulan utama sistem tersebut adalah kemampuannya berfungsi tanpa pasokan listrik, menjadikannya solusi ideal di wilayah terdampak bencana yang sering mengalami pemadaman.
Selain itu, mekanisme backwash pada sistem ini dirancang agar masyarakat dapat melakukan perawatan dan pembersihan filter secara mandiri tanpa memerlukan keahlian teknis khusus.
Baca juga: Kolaborasi UNDIP, UNAND, dan Persagi Lindungi Balita serta Ibu di Sumatera dengan Gizi Vital
Hasil pengujian kualitas air setelah melalui proses ultrafiltrasi menunjukkan capaian yang optimal.
Pengukuran kekeruhan (NTU) air yang telah diolah mencapai nilai 0, menandakan kejernihan yang sempurna, bahkan melampaui standar air bersih nasional.
Teknologi ini menuai respon positif, baik dari pihak medis maupun masyarakat. Kegiatan ini turut didampingi Direktur Utama Rumah Sakit UNAND, Dr. dr. Muhammad Riendra.
Ia menekankan bahwa ketersediaan air bersih adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan masyarakat di masa pascabencana.
Baca juga: Unhas Kerahkan Penuh Dokter Spesialis, Jamin Penanganan Medis Korban Bencana Optimal
Sementara itu, seorang warga Jorong Duku, Nagari IV Koto Palembayan, menyatakan apresiasi dengan adanya alat ini.
“Kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Air sungai keruh, apalagi saat hujan. Dengan teknologi ultrafiltrasi dari UNAND, air langsung menjadi bersih, mudah digunakan, dan tidak pakai listrik. Kami sangat terbantu,” ungkapnya.
UNAND berharap bahwa teknologi ultrafiltrasi tanpa listrik tersebut dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unand.ac.id