Puskesmas Kuto Alam serta SD Negeri 5 yang difungsikan sebagai posko pengungsian (undip.ac.id)
INDOZONE.ID - Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Andalas (UNAND), dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menyediakan layanan gizi vital bagi kelompok rentan yang terdampak bencana di Sumatera.
Kegiatan yang dipimpin oleh Tim Gizi Bencana Relawan Kedua D-DART UNDIP ini berfokus pada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Langkah awal kolaborasi melibatkan koordinasi lintas institusi untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi.
Pada 12 Desember 2025, Tim Gizi Bencana UNDIP dan UNAND melakukan koordinasi awal di Puskesmas Kuto Alam dan SD Negeri 5, yang berfungsi sebagai posko pengungsian.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan teknis dan tujuan pelaksanaan program, yang disambut dengan dukungan penuh dari Tenaga Pelaksana Gizi, kader kesehatan, dan guru PAUD setempat.
Selanjutnya, pada 13 Desember 2025, tim mengunjungi Puskesmas Pauh, Kota Padang, untuk berkoordinasi dengan penyedia katering dan kader kesehatan lokal.
Koordinasi bertujuan memfinalisasi lokasi dapur PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) dan memastikan kedekatan dengan sasaran program.
Meskipun awalnya meninjau lokasi di sekitar posko Kuto Alam, tim memutuskan memindahkan dapur PMBA ke Lubuk Basung karena lokasi awal belum memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kelayakan.
Lubuk Basung dinilai lebih representatif karena memiliki dapur umum yang lebih bersih dan aman.
UNDIP dan UNAND Beri Layanan Gizi untuk balita dan ibu hamil korban bencana Sumatra (undip.ac.id)
Kegiatan PMBA secara resmi dimulai pada 15 Desember 2025, di wilayah Pauh, dan menargetkan 75 balita.
Baca juga: Program MULTISOY UPI Wujudkan Pemanfaatan Bahan Pangan Berkelanjutan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Undip.ac.id