Komitmen UEU: Fisioterapi Masuk Kampung, Beri Skrining Kesehatan dan Panduan Latihan untuk Lansia Jakarta Barat
INDOZONE.ID - Program Studi Fisioterapi Universitas Esa Unggul (UEU) melakukan pengabdian masyarakat melalui kegiatan yang berfokus pada kesehatan sendi lutut lansia di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kegiatan tersebut diadakan secara tatap muka dan dihadiri sekitar 40 peserta lansia dan pra-lansia.
Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman kesehatan sendi lutut guna mencegah Osteoarthritis (OA) lutut melalui pendekatan fisioterapi.
Program berawal dari temuan observasi di lapangan yang menunjukkan tingginya keluhan warga, termasuk nyeri lutut, kekakuan sendi, kesulitan berjalan jauh, dan kesulitan naik-turun tangga.
Tim menemukan bahwa tingkat pengetahuan warga tentang OA lutut dan latihan fisioterapi sederhana masih minim.
Selain itu, pemeriksaan muskuloskeletal di posyandu lansia setempat juga belum tersedia.
Baca juga: Program MULTISOY UPI Wujudkan Pemanfaatan Bahan Pangan Berkelanjutan
Kegiatan dipimpin oleh Muhammad Arif Fatihul Alamin bersama tim mahasiswa Fisioterapi, dan dibimbing oleh dosen Muthiah Munawwarah, Sst.Ft., M.Fis., dan Dr. Jerry Maratis, S.Ft., M.Fis.
Melalui sesi edukasi interaktif dengan video dan diskusi, peserta dibekali materi mengenai anatomi lutut, konsep OA, gejala, faktor risiko, dampak jangka panjang, strategi pencegahan, hingga panduan latihan fisioterapi dasar.
Dampak dari edukasi terbukti signifikan; terjadi peningkatan pemahaman sebesar 40%, di mana rata-rata nilai tes awal (pre-test) adalah 70 dan rata-rata nilai tes akhir (post-test) melonjak menjadi 96.
Selain sesi edukasi, tim Abdimas juga melakukan skrining kesehatan awal yang meliputi pengukuran gula darah, asam urat, tekanan darah, denyut nadi, Indeks Massa Tubuh (IMT), Range of Motion (ROM) lutut, kekuatan otot quadriceps, dan tes keseimbangan.
Baca juga: Psikopreneurship UNTAR, Ubah Ilmu Psikologi Jadi Board Game Edukasi untuk Asah Kognitif Anak
Data tersebut berfungsi sebagai data dasar yang penting bagi Posyandu Lansia untuk memantau kesehatan warga secara berkelanjutan.
Sebagai intervensi, beberapa peserta juga menerima pemasangan kinesio taping pada lutut.
Untuk memperkuat edukasi mandiri, peserta juga dibekali dengan “Kipas Edukasi Sendi Lutut” yang berisi ringkasan materi dan panduan latihan.
Respons dari masyarakat sangat positif, salah satu peserta bahkan berharap kegiatan ini dapat diadakan lebih sering.
“Mahasiswanya ramah dan menyenangkan. Kalau bisa kegiatan seperti ini diadakan setahun dua kali atau sebulan sekali, karena sangat membantu masyarakat.”
Ke depannya, tim Abdimas dan Posyandu Lansia berencana mengintegrasikan latihan penguatan lutut ke dalam kegiatan rutin warga.
Program ini menegaskan komitmen Universitas Esa Unggul—sebagai perguruan tinggi kelas dunia—dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan fisioterapi promotif dan preventif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Esaunggul.ac.id