INDOZONE.ID - Indonesia akan menghadapi ancaman nyata siklon tropis, sehingga menuntut adanya perubahan pendekatan untuk perencanaan pembangunan.
Bencana bukan hanya diposisikan sebagai sebuah peristiwa alam yang harus cepat ditangani, melainkan sebagai risiko yang harus diantisipasi sehingga tidak menimbulkan kerugian pada ekonomi dan sosial.
Melihat kondisi tersebut, Pakar Ekonomi Islam dan Pembangunan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dyah Titis Kusuma Wardani, menegaskan intergrasi mitigasi bencana di berbagai kebijakan pembangunan.
Baca juga: Canggih! Mahasiswa UEU Kembangkan Inovasi untuk Deteksi Dini Kanker Kulit via Ponsel
Ia menyebut, pembangunan yang abai terhadap risiko akan memperlemah ketahanan ekonomi dan capaian tujuan pembangunan jangka panjang akan semakin lambat.
“Siklon tropis memang membawa dampak ekonomi yang besar tetapi dari perspektif ekonomi pembangunan, fenomena ini juga harus dilihat sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan infrastruktur. Pembangunan tidak boleh lagi bersifat reaktif, melainkan harus dirancang adaptif terhadap risiko bencana,” ujar Dyah.
Pembangunan yang kuat terhadap bencana bakal mengurangi kerugian di masa depan, bahkan bisa mempercepat pemulihan saat terjadi bencana.
Baca juga: Jago Hitung-hitungan? Ini 5 Rekomendasi Jurusan Kuliah Paling Cocok untuk Kamu
Salah satu aspek yang dapat dimasukan dalam integrasi mitigasi yaitu memasukkan aspek pengurangan risiko ke perencanaan daerah dan nasional. Ini termasuk peningkatan kapasitas infrastruktur, sehingga lebih tahan pada cuaca ekstrem.
Selain itu, adanya penguatan kelembagaan yang punya peran untuk membuat rencana dan mengelola risiko bencana tersebut.
“Peningkatan kapasitas infrastruktur dan kelembagaan menjadi kunci. Infrastruktur yang dirancang tanpa mempertimbangkan risiko bencana akan mudah rusak dan menimbulkan beban ekonomi berulang. Sebaliknya, investasi pada infrastruktur tahan bencana justru lebih efisien dalam jangka panjang,” jelas lebih lanjut.
Baca juga: Mahasiswa Wajib Tahu! 7 Tips Sukses Magang: Dari Bangun Relasi hingga Asah Skill Profesional
Dyah juga menyoroti terhadap sistem peringatan dini, serta mekanisme respons bencana. Sistem integrasi dan responsif bisa meminimalisir dampak bencana pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Upaya ini bisa terealisasi dengan baik jika koordinasi lintas sektor dilakukan, sehingga mitigas tidak jalan setengah-setengah. Selain itu, masyarakat juga punya peran untuk upaya mitigasi, seperti membangun kesadaran publik dan partisipasi aktif.
“Jika mitigasi bencana diintegrasikan secara konsisten dalam perencanaan pembangunan maka siklon tropis tidak lagi menjadi hambatan utama pembangunan, melainkan risiko yang dapat dikelola secara berkelanjutan,” pungkas Dyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umy.ac.id