INDOZONE.ID - Kuliah bukan cuma soal duduk di kelas, ngerjain tugas, skripsian, menghadapi dosen killer, atau sibuk organisasi.
Di balik semua itu, ada satu urusan penting yang sering luput dari perhatian mahasiswa: keuangan. Padahal, urusan uang punya pengaruh besar terhadap kelancaran hidup di bangku kuliah.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, sebagian mahasiswa memilih mengisi waktu luang dengan bekerja paruh waktu, mulai dari jadi pengajar, barista, driver ojol, hingga pekerjaan lepas lainnya.
Sementara itu, ada juga yang mengandalkan beasiswa atau kiriman rutin dari orang tua. Apa pun sumbernya, uang tetap perlu dikelola dengan bijak agar tidak habis sebelum waktunya.
Masalahnya, pengelolaan keuangan yang kurang tepat bisa berdampak langsung ke aktivitas akademik. Hal-hal yang terlihat sepele, seperti kehabisan uang saat harus mencetak tugas berlembar-lembar atau mendadak tidak punya biaya transport ke kampus, bisa mengganggu fokus dan menambah beban pikiran.
Baca juga: Dijuluki "The Next Einstein" oleh Harvard, Yuk Intip 4 Fakta Menarik Sabrina Gonzalez Pasterski
Dari sinilah kebiasaan kecil yang sering dianggap biasa mulai terasa dampaknya.
1. Ngafe Tiap Ada Tugas
Kafe biasa menjadi salah satu opsi tempat buat nugas di kalangan mahasiswa. Selain fasilitas yang ditawarkan seperti Wi-Fi gratis, kafe juga menawarkan beberapa menu menarik untuk dicicipi sembari mengerjakan tugas.
Tanpa disadari, mahasiswa tidak hanya memesan satu menu aja. Mulai dari mesan kopi, pesan dessert, sampai pesan snack-snack yang lain.
Pelan-pelan uang bisa cepat habis kalau tiap nugas selalu pergi ke kafe. Padahal tugas yang dikerjakan belum tentu selesai lebih cepat.
Baca juga: Tanda Mengalami Homesick: Anak Rantau Wajib Baca!
2. Beli Gadget Baru
Perkembangan teknologi itu selalu cepat. Rasanya tidak akan pernah selesai kalau kita turuti ego untuk mengikuti tren gadget terbaru.
Banyak mahasiswa menggunakan alibi ingin mengganti gadget untuk menunjang kebutuhan perkuliahan, seperti laptop baru dan tablet buat nyatet yang terdengar seperti kebutuhan.
Masalahnya tidak semua upgrade itu benar-benar mendesak. Kadang gadget lama masih berfungsi dengan optimal.
Kalau keputusan beli lebih karena FOMO daripada kebutuhan, siap-siap dompet ikut ngos-ngosan.
Baca juga: Tim Relawan UM Pulihkan Harapan Warga Desa Pasia Laweh Melalui Trauma Healing hingga Gizi Seimbang
3. Keseringan Hiling
Hiling kerap dianggap sebagai bentuk self-reward setelah melewati rutinitas kuliah yang padat. Nongkrong di kafe, short trip, staycation, hingga jajan kecil yang “katanya cuma sekali” sering jadi cara melepas penat.
Namun, ketika aktivitas ini dilakukan terlalu sering tanpa perhitungan, dampaknya justru bisa membebani keuangan.
Keinginan menjaga kesehatan mental akhirnya berujung pada pengeluaran yang sulit dikendalikan, terutama jika belum ada batas jelas antara kebutuhan istirahat dan sekadar mengikuti ajakan atau tren.
4. Naik Ojol Tanpa Perhitungan
Layanan ojek online menawarkan kemudahan dan kecepatan yang sulit ditolak oleh mahasiswa dengan mobilitas tinggi. Cukup beberapa klik, perjalanan pun langsung teratasi.
Baca juga: Bukan Sekadar Donasi, Mahasiswa UMS Ajarkan Cara Upcycle Pakaian di Panti Asuhan
Sayangnya, kebiasaan menggunakan ojol untuk jarak dekat atau hampir setiap hari tanpa mempertimbangkan alternatif lain dapat membuat biaya transport membengkak.
Jika dibiarkan, pengeluaran kecil yang terasa sepele ini bisa menjadi salah satu masalah terbesar dalam keuangan bulanan.
Padahal, opsi seperti berjalan kaki, menggunakan transportasi umum, atau berbagi tumpangan dengan teman sering kali lebih ramah di kantong.
Itu dia kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele, tapi ternyata bisa menguras isi dompet mu sebelum waktunya. Yuk, pakai uang lebih bijak lagi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Www.ultimateprivat.co.id