Jumat, 09 JANUARI 2026 • 08:00 WIB

Inovasi Pangan Darurat, USK Produksi Nasi Uduk dan Liwet Siap Saji yang Tahan hingga Satu Tahun!

Author

Satgas USK membuat makanan siap saji (usk.ac.id)

INDOZONE.ID – Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Satuan Tugas (Satgas), memperkuat komitmen dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Salah satu langkah yang mereka lakukan adalah memproduksi makanan siap saji berkualitas tinggi dan memiliki masa simpan sangat lama. 

Baca juga: FIK UDINUS Gelar FIK AWARDS & Duta FIK 2025: Bentuk Komitmen sebagai Pusat Lahirnya Talenta Berprestasi

Inovasi tersebut dirancang agar para penyintas bencana tetap mudah mendapatkan asupan nutrisi meskipun berada dalam kondisi sulit dengan akses pangan yang sangat terbatas.

Dr. Satriana, selaku Ketua Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan Satgas USK, mengungkapkan bahwa ketersediaan pangan darurat sangat mendesak karena daerah bencana biasanya minim fasilitas memasak.

Ia menekankan bahwa makanan yang disediakan harus memenuhi tiga kriteria utama, yakni keamanan pangan, kepraktisan saat dikonsumsi, serta daya simpan yang memadai.

Produk yang dihasilkan USK memiliki daya tahan hingga minimal satu tahun, sehingga sangat efektif untuk dijadikan cadangan logistik darurat. 

Baca juga: UPNVJ Kirim Bantuan Gelombang Ketiga untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

Adapun menu yang ditawarkan sangat dekat dengan lidah masyarakat, yaitu nasi uduk dan nasi liwet.

Nasi uduk dilengkapi dengan lauk ikan teri Medan serta telur orak-arik, sedangkan untuk nasi liwet disajikan bersama ayam suwir.

“Seluruh menu dirancang agar praktis dikonsumsi tanpa memerlukan peralatan dapur yang memadai, sekaligus tetap memenuhi kebutuhan gizi dasar,” ungkap Satriana.

Program inovatif yang dijalankan bermula dari hasil kolaborasi dan alih pengetahuan dari para ahli di Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Baca juga: Latih Mahasiswa Sejak Semester Awal, FTUI Gelar Pameran Desain Teknik Interaktif

Tim USK telah melewati serangkaian pelatihan intensif terkait teknik pengolahan hingga pengemasan agar produksi dapat dilakukan secara mandiri dengan standar keamanan yang tinggi.

Ketua Satgas USK, Prof. Dr. Syamsidik, menyatakan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi ini merupakan kunci dalam memperkuat sistem ketahanan pangan darurat secara berkelanjutan.

“Satgas USK berupaya memastikan bantuan pangan selalu tersedia dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.  

Proses produksi yang higienis, efisien, dan terukur diharapkan dapat meminimalkan pemborosan pangan serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usk.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU