Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

Manfaatkan Limbah Lokal, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Dupa Insektisida dan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Author

Mahasiswa menggelar demonstrasi langsung proses pembuatan dupa kepada warga Padukuhan Sembung (uny.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-M) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat solusi untuk mengatasi masalah hama di Padukuhan Sembung, Kelurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman. 

Melalui program pemberdayaan masyarakat, mereka memperkenalkan produk inovatif ramah lingkungan. Produk tersebut adalah dupa insektisida alami dan pestisida nabati yang memanfaatkan potensi lokal daerah setempat.

Baca juga: Intip Proses Produksi Skala Besar, Mahasiswa UPER Bedah Peran Kimia dalam Menjaga Kualitas dan Keamanan Produk

Mahasiswa yang terlibat terdiri dari sembilan orang, yaitu Torry Cahya Alfianzha sebagai ketua, bersama Ayu Wardani, Said Mahendra Danarputra, Muhammad Wildan Apriansyah, Jasmine Dwi Andini, Ami Nurul Hidayah, Dea Meliana Putri, Miko Putra Pratama, dan Cindy Zogy Noviana. 

Mereka berkolaborasi untuk menciptakan program yang mudah dipraktikkan langsung oleh warga. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah HERBASCENT, dupa insektisida yang berfungsi ganda sebagai pengusir nyamuk sekaligus aromaterapi untuk relaksasi atau kegiatan ibadah. 

Dupa ini terbuat dari campuran bahan alami seperti serat kelapa, kayu gemor, dan minyak atsiri, sehingga sangat aman bagi pernapasan manusia dibandingkan produk kimia sintetis.

Baca juga: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: UNJ Bekali Perempuan RPTRA Kayu Mas Keterampilan Shibori dengan Pewarna Alami

Ketua tim, Torry Cahya Alfianzha, menjelaskan bahwa pemilihan bahan didasarkan pada ketersediaan limbah di lingkungan sekitar. 

“Kami ingin menghadirkan solusi sederhana yang bisa langsung dimanfaatkan warga dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan. Dupa insektisida dan pestisida nabati ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang aman, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi,” paparnya. 

Serabut kelapa digunakan karena kandungan hemiselulosanya membuatnya mudah terbakar secara alami. Sementara itu, kayu gemor dipilih karena memiliki senyawa aktif seperti flavonoid dan alkaloid yang secara alami bersifat mengusir serangga dan membunuh mikroba. 

Baca juga: Mahasiswa ITS Hadir di Tengah Nelayan, Bawa Inovasi Pelapis Kapal Ramah Lingkungan

Untuk menambah nilai guna, HERBASCENT dibuat dalam berbagai varian aroma seperti lavender, cendana, hingga kayu manis. Selain dupa, para mahasiswa juga melatih warga membuat pestisida nabati dari daun pepaya. 

Pestisida ini menjadi solusi bagi petani atau warga yang hobi berkebun karena mengandung enzim papain yang ampuh mengendalikan hama seperti kutu daun dan ulat. Kelebihannya, pestisida alami tersebut tidak meninggalkan residu berbahaya di alam dan aman bagi hewan ternak. 

Baca juga: Inovasi USK untuk Peternak Aceh: Kenalkan Green Concentrate Pellet, Pakan Ternak Ekonomis dari Bahan Baku Lokal

Cara penggunaannya pun praktis, cukup disemprotkan ke tanaman secara rutin pada pagi atau sore hari. Melalui edukasi yang diberikan, diharapkan warga Padukuhan Sembung dapat mandiri dalam memproduksi pengendali hama yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU