Rabu, 14 JANUARI 2026 • 16:30 WIB

Sering Dianggap Sepele, Berikut 4 Kesalahan Mahasiswa Saat Bimbingan Skripsi

Author

Ilustrasi bimbingan skripsi (freepik)

INDOZONE.ID - Bimbingan skripsi merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan lancarnya penyelesaian studi seorang mahasiswa

Terkadang, mahasiswa melakukan kesalahan kecil saat melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing. Masalah kecil yang terus berulang tanpa dicari jalan keluarnya akan menyebabkan miskomunikasi, menghambat penyusunan skripsi, dan memperpanjang masa studi kamu.

Memahami kesalahan yang kerap dialami mahasiswa saat bimbingan menjadi penting karena dapat membantu proses penulisan skripsi berjalan efektif.

4 Kesalahan yang Kerap Dianggap Remeh Saat Bimbingan Skripsi

Baca juga: UNHAN Buka Pendaftaran Beasiswa S1 2026 pada 1 Februari: Ini Syarat & Jadwalnya

1. Merasa Paling Tahu

Saat bimbingan skripsi, kerap ditemui beberapa mahasiswa yang terlalu yakin dan terjabak pada pendapat dan analisis sendiri. Terkadang, mereka juga merasa argumennya sudah sangat tepat untuk dituangkan ke dalam skripsi yang sedang digarap tanpa mau mempertimbangkan pendapat dosen pembimbing. 

Padahal, dosen pembimbing telah dibekali bidang keilmuan yang luas dan berpengalaman dalam mengarahkan banyak mahasiswa dengan berbagai isu yang dibahas.

Perlu dicatat, bimbingan dari dosen hanya sebatas untuk membantu kamu dalam menemukan kerangka berpikir dan analisis yang tepat agar proses penulisan skripsi dapat berjalan dengan lancar.

Baca juga: Harumkan Nama Indonesia, Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Youth Multimedia Arts Competition di Thailand

2. Kurang Menjaga Sikap

Permasalahan satu ini lahir dari hal-hal kecil seperti selalu telat membalas pesan dosen pembimbing, tidak memberi tahu saat berhalangan hadir bimbingan, atau menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan konteks akademik. 

Situasi tersebut memberikan kesan kalau kamu kurang menghargai waktu. Padahal, dosen pembimbing mu juga mempunyai kesibukan lain di luar jadwal bimbingan skripsi, seperti mengajar, meneliti, sampai tugas-tugas administratif kampus lainnya.

Kalau dibiarkan terus menerus. kamu akan mengalami permasalahan baru seperti sulit membuat jadwal bimbingan skripsi.

3. Tidak Mengerjakan Revisi Sesuai Arahan

Ada segelintir mahasiswa yang hanya merivisi sebagian kecil kesalahan di skripsinya, bahkan mengubah analisis sesuai dengan pemahaman sendiri tanpa melakukan konfirmasi ulang ke dosen.

Arahan dari dosen tersebut biasanya meliputi perbaikan substansi, metode penelitian, alur penulisan, maupun ketepatan referensi. Jika tidak mengikuti arahan revisi dari dosen, kamu akan mendapatkan revisi yang sama di jadwal bimbingan berikutnya.

Tidak merevisi skripsi sesuai arahan dosen hanya akan membuang-buang waktu karena proses bimbingan akan berulang di titik permasalahan yang sama dan proses penyusunan skripsi akan terhambat.

4. Tidak Mempersiapkan Diri Saat Bimbingan

Saat melakukan bimbingan skripsi, terkadang mahasiswa juga tidak membawa catatan terkait revisi sebelumnya, tidak membaca ulang hasil revisi, bahkan belum siap dalam memberikan pertanyaan untuk didiskusikan dengan dosen.

Hal ini membuat sesi bimbingan menjadi kurang efektif karena dosen perlu membahas ulang materi yang telah pernah disampaikan di bimbingan sebelumnya. Di sisi lain, kamu juga tidak mendapatkan saran dan arahan baru yang membantu.

Baca juga: Ini Cara Daftar SNBT 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Pesyaratannya

3 Tips Efektif Menyelesaikan Masalah dengan Dosen Pembimbing

1. Cari Tahu Sumber Masalah

Kamu dapat memulai tips satu ini dengan melakukan evaluasi diri. Misalnya, mempertimbangkan bagaimana cara melakukan komunikasi yang baik, mempercepat proses revisi, sampai mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan saat melakukan bimbingan skripsi.

2. Sampaikan Permintaan Maaf

Jika sumber masalah berasal dari diri sendiri, menyampaikan permintaan maaf ke dosen pembimbing merupakan langkah yang penting untuk memperbaiki situasi yang sedang dihadapi.

3. Menghadap Pihak Kampus untuk Mediasi

Kamu bisa melibatkan pihak kampus seperti menemui ketua jurusan untuk ikut membantu mediasi permasalahan yang kamu alami.

Langkah ini diambil untuk mencari jalan tengah yang adil tanpa menyalahkan salah satu pihak manapun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Tirta Mursitama

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU