Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 15:18 WIB

Briket Limbah Batok Kelapa Karya Mahasiswa UMY Berhasil Tembus Pasar Eropa

Author

Briket ramah lingkungan karya mahasiswa UMY (umy.ac.id)

INDOZONE.ID - Produk inovatif briket ramah lingkungan karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menembus pasar internasional, dan menjangkau negara-negara di benua Eropa.

Produk tersebut pertama kali diperkenalkan dalam acara Expo Sociopreneurship yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY.

Baca juga: 17 Rumah Hanyut Disapu Banjir, UNAND Siapkan Program Pemulihan Ekonomi dan Psikososial di Guo

Muhammad Aryo Lambang, mahasiswa angkatan 2023, bersama timnya mengembangkan briket dengan memanfaatkan limbah tempurung kelapa.

Ide kreatif ini muncul dari kepedulian Aryo terhadap banyaknya batok kelapa yang terbuang percuma tanpa memiliki nilai bermanfaat. Padahal material tersebut dapat menyimpan potensi besar sebagai sumber energi alternatif.

Menurut Aryo, tempurung kelapa dari Indonesia memiliki keunggulan kualitas yang sangat baik, dengan kandungan karbon mencapai 60 hingga 70 persen.

Hal ini membuat briket yang dihasilkan mampu memproduksi panas dengan stabil dan memiliki daya bakar yang cukup lama, yakni antara dua sampai tiga jam. 

Baca juga: Mahasiswa ITB Kembangkan BioKertas Ramah Lingkungan, Berbahan Ampas Tebu dan Sabut Kelapa

“Banyak yang menganggap batok kelapa hanya limbah. Padahal di pasar internasional, khususnya Eropa, bahan ini justru memiliki nilai jual tinggi karena dikategorikan sebagai sumber energi hijau,” tutur Aryo.

Proses produksi briket dilakukan dengan cara mengolah tempurung kelapa menjadi arang terlebih dahulu.

Setelah itu, arang dihaluskan dan dicampur dengan tepung kanji sebagai bahan perekat alami, kemudian dicetak menjadi briket yang siap digunakan.

Karena berasal dari limbah biomassa, briket ini dianggap jauh lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan jika dibandingkan dengan bahan bakar konvensional lainnya.

Baca juga: Manfaatkan Limbah Lokal, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Dupa Insektisida dan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Keberhasilan produk terbukti dengan jangkauan pasarnya yang sangat luas. Briket karya mahasiswa UMY juga telah diekspor ke negara-negara seperti Prancis, Portugal, dan Belanda.

Aryo menunjukkan briket ramah lingkungan yang tembus pasar Eropa (umy.ac.id)

Selain Eropa, pasar Asia seperti Jepang, Korea, serta beberapa negara di Asia Tenggara juga memberikan respon yang sangat positif.

Aryo mengungkapkan bahwa tingginya permintaan ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran global terhadap penggunaan energi bersih.

"Di Eropa, kesadaran akan energi hijau sudah sangat maju, sehingga peluang pasarnya jauh lebih terbuka dibandingkan di dalam negeri yang penggunaannya masih terbatas di sektor tertentu saja," ungkap Aryo. 

Baca juga: Solusi Saat Hujan! Mahasiswa UPI Ciptakan HEATSING, Alat Pengering Singkong Otomatis Berbasis Tenaga Surya

Aryo dan timnya ingin membuktikan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata bagi masalah lingkungan melalui wirausaha sosial.

Inovasi ini tidak hanya bertujuan mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada agenda keberlanjutan lingkungan dan mendukung terciptanya ekonomi hijau di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umy.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU