INDOZONE.ID - Mahasiswa Program Studi Rekayasa Kosmetik, Institut Teknologi Sumatera (Itera), memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pada 21 Januari 2026.
Mereka melatih warga Desa Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, untuk memproduksi sabun perawatan diri berbahan dasar propolis lebah yang diberi merek “Picabee”.
Menggali Potensi Lokal yang Terpendam
Desa Pemerihan dikenal memiliki kekayaan alam berupa hasil peternakan lebah, seperti madu, bipollen, dan propolis.
Namun, selama ini potensi yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga setempat.
Menurut Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Pemerihan, Janjiyanto, warga biasanya hanya menjual hasil lebah dalam bentuk bahan mentah saja.
“Melalui pelatihan mahasiswa KKN, masyarakat mendapat wawasan baru untuk mengolah propolis menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah,” ungkap Janjiyanto.
Dengan mengubah propolis menjadi sabun, produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan hanya menjual bahan bakunya.
Proses Produksi dan Pelatihan Intensif
Workshop pembuatan sabun dipandu langsung oleh mahasiswa Rekayasa Kosmetik Itera, di bawah pengawasan dosen pembimbing lapangan,Achmad Gus Fahmi.
Bahan baku utama yang digunakan adalah propolis dari lebah jenis Trigona apicalis yang kemudian diolah menjadi sabun alami.
Dalam pelatihan, peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan warga desa tidak hanya mendengarkan teori. Mereka terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi, seperti pengenalan alat dan bahan yang aman digunakan.
Selain itu, mereka juga diajarkan praktik langsung dari mencampur bahan hingga proses pencetakan sabun.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, terutama saat mereka mulai melihat hasil cetakan sabun yang mereka buat sendiri.
Membangun Jiwa Kewirausahaan Desa
Tidak berhenti pada proses produksi, para mahasiswa juga membekali warga dengan kemampuan kewirausahaan dan pemasaran.
Warga diajarkan pentingnya identitas produk melalui desain kemasan yang menarik dan penggunaan merek "Picabee".
Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai cara menentukan harga jual yang tepat serta strategi pemasaran agar produk bisa bersaing di pasar luas.
Baca juga: Gaungkan Semangat Nasionalisme, Mahasiswi Ekonomi Syariah UIR Raih Juara 1 Lomba Poster Nasional
Hal ini merupakan langkah awal yang krusial untuk membangun kemandirian ekonomi desa melalui usaha lokal yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut,Achmad Gus Fahmi berharap masyarakat memiliki keterampilan baru yang dapat terus dikembangkan.
Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen Itera dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu mengabdi kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi berbasis sumber daya alam lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itera.ac.id