Mahasiswa Vokasi UI Mendominasi PSPEC 2025 Berkat Inovasi di Bidang Fisioterapi Bagi Atlet Esports
INDOZONE.ID - Beberapa mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia (UI) jurusan Fisioterapi sukses membawa pulang sederet prestasi dalam perlombaan Problem Solving and Engineering Challenge (PSPEC) yang digelar akhir tahun 2025 lalu.
Mereka berhasil mengungguli mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia dalam lomba yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin tersebut.
Mereka ikut serta dalam perlombaan untuk memberikan solusi ilmiah dan aplikatif di bidang fisioterapi yang dapat diimplementasikan secara luas bagi para atlet esports.
Melalui perlombaan tersebut, Tim Bubur Diaduk berhasil memproleh juara 1 lewat karyanya yang berjudul Program STEPS.
Baca juga: FH Unila Sabet Juara I Kompetisi Surat Dakwaan Lawphoria 2026 Lewat Isu Lingkungan
Mereka memperkenalkan fisioterapi holistik yang berguna untuk mencegah text neck syndrome dan memaksimalkan performa atlet esports.
Program tersebut hadir sebagai solusi para atlet esports yang sering mengalami masalah muskuloskeletal dan postur tubuh yang kurang optimal akibat durasi bermain yang panjang.
STEPS mengombinasikan stretching dengan latihan penguatan otot, edukasi ergonomi, koreksi postur dan rehablitiasi berbasis telehealth.
"Kami melihat banyak atlet esports mengalami keluhan leher, bahu , dan pinggung akibat postur dan durasi bermanin yang panjng. Mlelalui STEPS, kami inin menghadirkan solusi yang dapat mengatasi permasalahan permasalahan tersebut sekaligus meningkatkan performas mereka secara berkelanjutan," jelas Hanif.
Baca juga: Tak Sekadar Berteori, Inilah 5 Peluang Karier Luas bagi Lulusan Jurusan Filsafat
Sementara itu, juara 2 diraih oleh Tim Thunder Strike dengan memperkenalkan program bertajuk TWIST dan WRIST.
Program ini bertujuan untuk mendukung rehabilitasi dari atlet esports yang mengalami cedera di ibu jari dan pergelangan tangan.
Tim Thunder Strike mengandalkan terapi konvensional yang dipadukan dengan media berupa musik ritmis dan video imersif.
Menurut mereka, cara itu dapat menikkan motivasi para atlet untuk berlatih dan efektif untuk membantu proses pemulihan cedera.
Prestasi membanggakan tidak hanya berhenti di situ. Tim Tahu Bulat yang beranggotakan Hasya Lailatul Fitri dan Muh. Rafi Zhafran Makrudy juga membawa prestasi sebagai juara 3 di ajang perlombaan tersebut.
Baca juga: Solusi Murah Lawan Jamur: Mahasiswa IPB Perkenalkan Jadam Sulfur untuk Petani di Cianjur
Mereka mengusung program dengan konsep G.A.M.E (Guided, Active, Mobility, Ergonomic) yang berguna untuk menangani kasus tech neck dan upper cross syndrome.
Program ini bekerja dengan menggabungkan beberapa latihan terstruktur, panduan aktif, mobilitas dinamis, dan penerapan prinsip ergonomis yang dapat menunjang kesehatan dan performa para atlet.
Menurut Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D., prestasi-prestasi membanggakan yang diraih oleh mahasiswa Vokasi UI tersebut menjadi bukti konkret dari unggulnya kurikulum yang kampus jalankan di bidang industri dan masyarakat.
"Keberhasilan mahasiswa Vokasi UI menyapu bersih seluruh juara di PSPEC 2025 menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran terapan yang kami kembangkan mampu menghasilkan insan yang inovatif, adaptif, dan siap mejawab tantangan di lapangan. Selain itu, kompetisi ini menadi wadah ntuk penguasaan ilmu, peningktan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Selamat kepada para mahasiswa Vokasi UI yang sudah mengharumkan nama almamater Universitas Indonesia," pungkasnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemahasiswaan.ui.ac.id