INDOZONE.ID - Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi melepas 10.000 mahasiswa asal berbagai perguruan tinggi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) dalam mendukung upaya pemberdayaan masyarakat terdampak bencana pada 28 Januari 2026.
Prosesi acara yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed) tersebut, dilakukan secara simbolis dan ditonton oleh ribuan mahasiswa.
Program kemanusiaan itu dimulai dengan para mahasiswa menetap selama satu bulan di beberapa wilayah tertentu di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara untuk memberikan inovasi dan dukungan mental bagi warga.
Menurut salah satu mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU), Tomy Sirait, program ini memiliki dampak baik dalam pembangunan ulang ekonomi di wilayah tersebut.
Baca juga: Di Forum Internasional, Dosen dan Mahasiswa Kimia UB Borong Penghargaan MJIC 2026 di Malaysia
“Kami ingin UMKM sapu lidi di desa ini tidak hanya bertahan, tapi mampu berkembang hingga menembus pasar nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Pendapat Tomy tersebut juga turut dirasakan oleh salah satu mahasiswa Keprawatan USU, Nia Sahrel Yasyub.
“Bangga dan senang, rasanya luar biasa karena tim kami bisa menjadi bagian dari mahasiswa yang menjangkau masyarakat terdampak bencana,” jelas Nia.
Sementara itu, perasaan haru dan sedih dialami oleh Shofwan Sasri Azhari, mahasiswa Bisnis Digital Unimed.
“Perasaan terharu sekaligus bangga menyelimuti hati ini. Program ini memberi kami kesempatan untuk benar-benar terjun dan berdampak di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Keren! Mahasiswa UGM Menjuarai Global Sustainability Challenge di China Berkat Platform Kebencanaan
Berbeda dengan Shofwan, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed justru merasa excited ketika mengetahui proposal yang ia dan tim ajukan dinyatakan lolos.
“Aceh Tamiang, tunggu kami,” ujarnya dengan lantang.
Hadirnya para peserta relawan dengan latar belakang pendidikan berbeda tersebut, tidak menghalangi mereka dalam membangun satu tujuan yang sama, yakni hadir, peduli, dan memberi dampak bagi warga terdampak bencana.
Keterlibatan para mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan salah satu upaya kampus dalam mewujudkan pemulihan masyarakat terdampak bencana itu.
Baca juga: "Kikobot," Inovasi Asisten Virtual Berbasis Hologram 3D Hasil Karya Mahasiswa Sistem Informasi SCU
Sebelum terjun langsung ke wilayah terdampak bencana, para mahasiswa terlebih dahulu diberi bekal dan arahan agar pelaksaan kegaiatan dapat berjalan lancar.
Mereka juga harus melakukan laporan tiap hari.
"Setiap mahasiswa diwajibkan menyusun catatan harian dan laporan kegiatan secara transparan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan dana yang ada. Selain itu, junjung tinggi etika bermasyarakat dengan mengedepankan kesantunan, dan jauhi sikap arogan," jelasnya.
Program ini akan memfokuskan pada pengembangan ekonomi melalui ekonomi kreatif dan ekonomi hijau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemdiktisaintek.go.id