INDOZONE.ID - Inovasi canggih tak melulu dihasilkan dari ruang labotarium semata. Di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), seorang mahasiswa Teknik Industri mengembangkan sebuah alat canggih mumpuni dalam membantu proses ecoprint bernama Steam Press Ecoprint.
Ecoprint sendiri merupakan sebuah teknik ramah lingkungan dengan menggunakan pigmen warna alami dari daun, bunga, hungga batang tanaman yang diaplikasikan ke permukaan kain.
Inovasi yang dikembangkan oleh Iqbal Rafif Yuliono bersama timnya tersebut hadir sebagai salah satu tugas dari mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk (P3)
Mereka menghadirkan alat ecoprint tersebut sebagai solusi dari kendala yang kerap terjadi di masyarakat, yakni terbatasnya hasil dan durasi produksi yang dihasilkan.
Baca juga: DCC 2026 Jadi Ruang Aktualisasi Literasi Digital dan Kreativitas Mahasiswa Udinus
Dilansir dari laman resmi UMM, metode konvensional yang masih digunakan oleh para pelaku usaha dinilai tidak optimal dalam menghasilkan ketajaman, kualitas, dan detail warna.
“Kami melihat ecoprint itu biasanya dilakukan secara manual atau otomatis. Dari situ muncul ide untuk menggabungkan keduanya dengan memanfaatkan mesin press yang dipadukan dengan sistem uap,” jelasnya.
Berbeda dengan metode konvensional yang mengunakan air, alat canggih tersebut justru bekerja dengan menggabungkan panas, uap, serta tekanan yang dihasilkan oleh pelat logam yang ada di mesin press
Hasilnya, warna dan motif kain yang dihasilkan mesin terlihat lebih jelas dan detail.
Baca juga: Pendidikan Inklusif: Mewujudkan Hak Belajar Setara Tanpa Diskriminasi
“Ketika kami bandingkan, hasil ecoprint menggunakan uap melalui mesin press warnanya jauh lebih keluar dan motifnya lebih tegas dibandingkan metode kukus biasa,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM, Kenikir Natural Ecoprint, menilai warna yang dihasilkan oleh Steam Press Ecoprint terlihat lebih konsisten.
Hadirnya inovasi itu juga tidak bisa dilepaskan dari campur tangan sang dosen pembimbing. Menurut Iqbal, dukungan dari dosen pembimbing sangat krusial, terutama dalam mendorong mahasiswa agar peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif.
Melalui inovasi tersebut, pihak kampus juga akan turut berkomitmen dalam mendukung segala kebutuhan mahasiswa agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umm.ac.id