Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 15:11 WIB

Investasi Ekologi, Kolaborasi Tim KKN Undip dengan Warga Jaga Kelestarian Air Tanah Lewat Lubang Biopori

Author

Pembuatan sumur biopori di Kelurahan Ngemplak Simongan (Muthia Silmi). 

INDOZONE.ID - Langkah kaki para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 8 Kelompok 3 dari Universitas Diponegoro di lingkungan Kelurahan Ngemplak Simongan membawa misi penting yang melampaui sekadar pemenuhan tugas akademik. 

Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Fitri Wulandari, tim mahasiswa berkolaborasi dengan warga setempat untuk menghidupkan kembali kepedulian terhadap kelestarian air tanah dan pengelolaan sampah organik.

Agenda pengabdian ini dikemas secara komprehensif, menggabungkan sesi edukasi interaktif dengan praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori (LRB). 

Lokasi yang menjadi sasaran ialah titik-titik rawan genangan saat hujan mengguyur Kota Semarang. Kegiatan diawali dengan diskusi hangat di balai warga.

Baca juga: Menggiurkan! Lulusan Kartografi Bisa Kantongi Gaji Hingga Rp20 Juta per Bulan

Muthia Silmi Nadhira Kusumaningrum, salah satu mahasiswa KKN-T, memaparkan bahwa biopori merupakan solusi tepat guna yang melibatkan peran aktif organisme tanah. 

Warga diberikan pemahaman mendalam bahwa dengan membuat lubang silindris sedalam satu meter dan mengisinya dengan sampah organik, mereka sebenarnya sedang membangun ekosistem mikro.

"Biota tanah akan membangun jalur infiltrasi air hujan sekaligus menjadi pabrik kompos alami di bawah permukaan tanah," jelas Muthia dalam paparannya. 

Edukasi ini berhasil memicu dialog dua arah yang hidup, menunjukkan antusiasme warga terhadap inovasi lingkungan yang dibawa oleh mahasiswa Undip.

Baca juga: Siapkan Diri dari Sekarang! Ini Panduan Lengkap dan Strategi Lolos SNBP 2026

Semangat tersebut memuncak saat mahasiswa dan warga turun langsung ke lapangan. 

Antusiasme tampak dari warga yang ikut serta menggunakan bor tanah manual untuk menciptakan ruang bagi air di pekarangan mereka sendiri. 

Suasana gotong royong terasa kental saat mahasiswa dan warga bergantian memutar bor, bahu-membahu mewujudkan lingkungan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat memberikan inspirasi nyata; mereka hadir bukan sekadar sebagai akademisi, melainkan rekan kerja. 

Baca juga: Sambil Jadi Ojol Pengantar Makanan, Mahasiswa UGM Ini Lulus dengan Predikat Cumlaude

Warga merasa sangat terbantu karena selain solusi pencegahan genangan, mereka juga mendapatkan akses terhadap pupuk organik gratis hasil dari proses alami di dalam lubang biopori tersebut.

Melalui aksi nyata ini, mahasiswa KKN-T 8 Kelompok 3 Undip telah berhasil meninggalkan jejak yang bermakna. 

Sinergi antara semangat muda mahasiswa dan dukungan bimbingan dosen terbukti mampu melahirkan solusi lingkungan yang berdampak luas bagi masyarakat Semarang, khususnya di Kelurahan Ngemplak Simongan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU