Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 16:00 WIB

FP UNS Gandeng Damkar Surakarta Gelar Pelatihan Tanggap Kebakaran bagi Warga Kampus

Author

Fakultas Pertanian (FP) UNS memperkuat kesiapsiagaan darurat melalui edukasi keselamatan dan pencegahan kebakaran (uns.ac.id)

INDOZONE.ID - Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan edukasi keselamatan dan pelatihan penanggulangan kebakaran pada 4 Februari 2026, untuk meningkatkan kesiapsiagaan darurat di lingkungan kampus.

Kegiatan bertujuan memastikan seluruh warga kampus memiliki pemahaman yang baik mengenai keselamatan kerja dan dapat menangani risiko situasi darurat secara mandiri sebelum bantuan tiba. 

Baca juga: Kisah Farouk, Buktikan Kerja Sambil Kuliah Bukanlah Penghalang untuk Naik Jabatan

Sinergi untuk Budaya Keselamatan Kerja

Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan, FP UNS bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surakarta.

Pelatihan yang digelar di Aula dan Halaman FP UNS ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, termasuk Dekan FP UNS Prof. Dr. Ir. Samanhudi dan para Wakil Dekan, serta tenaga kependidikan lainnya.

Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Prof. Dr. Ir. Mujiyo, menjelaskan bahwa agenda tersebut adalah komitmen fakultas dalam menciptakan suasana belajar. 

Baca juga: Pendidikan Inklusif: Mewujudkan Hak Belajar Setara Tanpa Diskriminasi

“Tujuan kegiatan ini adalah bagaimana FP dapat menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman, sekaligus ramah bagi seluruh sivitas akademika, termasuk penyandang disabilitas,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan juga dapat menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kesiapan Menghadapi Kondisi Darurat

Pihak fakultas menegaskan bahwa pelatihan yang diakan merupakan kebutuhan bersama untuk membangun kewaspadaan terhadap risiko di lingkungan kerja.

Pelatihan penanggulangan kebakaran UNS bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surakarta (uns.ac.id)

Dekan FP UNS, Prof. Samanhudi, menyampaikan bahwa insiden seperti kebakaran sering kali terjadi secara tiba-tiba, sehingga respons awal yang cepat dan tepat sangatlah krusial.

Beliau mengingatkan para peserta untuk selalu menjaga ketenangan saat menghadapi situasi kritis. 

Baca juga: Belajar Saja Tidak Cukup! Mengapa Peserta yang Rajin Tetap Bisa Gagal di SNBT?

“Dalam kondisi darurat, hal yang paling penting adalah tetap tenang dan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.

Dengan penguasaan langkah-langkah keselamatan yang baik dan benar, penanganan awal dapat segera dilakukan sebelum bantuan dari pihak terkait datang.

Selain pemberian materi teori, para peserta juga diingatkan untuk rutin mengecek kondisi alat keselamatan, terutama Alat Pemadam Api Ringan (APAR), agar selalu siap pakai dalam keadaan darurat.

Standar Operasional dan Praktik Lapangan

Selain untuk keselamatan jiwa, pelatihan berperan penting dalam meningkatkan standar tata kelola fakultas dan mendukung proses akreditasi program studi.

FP UNS kini mulai mengintegrasikan prosedur keselamatan ke dalam setiap kegiatan besar, seperti penyediaan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul yang aman, dan penyusunan Prosedur Operasional Standar (SOP) penanganan darurat.

Setelah mendalami teori dari tim pemadam kebakaran, para peserta terjun langsung ke lapangan untuk melakukan praktik pemadaman api.

Baca juga: Siswa SMKN 2 Bandung Antusias Pelajari Strategi Lewat Seminar 'Algorithm Whisperer: Tips Unik Videomu Viral!'

Sesi simulasi ini diikuti dengan penuh antusias, di mana peserta belajar menggunakan alat pemadam untuk memadamkan api secara cepat dan terkoordinasi.

Melalui kegiatan rutin yang diadakan, FP UNS berharap seluruh warga fakultas memiliki keterampilan dasar dalam menjaga keamanan lingkungan sekitarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uns.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU