Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 15:00 WIB

Itera Bantu Warga Desa Wawasan Ubah Limbah Ternak Jadi Biogas Lebih Bersih

Author

Tim dosen Program Studi Teknik Kimia ITERA dampingi warga Desa Wawasan, Kabupaten Lampung Selatan (itera.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim dosen dari Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (Itera) melakukan pendampingan kepada warga Desa Wawasan, Lampung Selatan, untuk meningkatkan kualitas energi alternatif.

Kegiatan berfokus pada pengolahan limbah ternak menjadi biogas yang lebih bersih dan efisien melalui penggunaan alat penyaring khusus.

Baca juga: Mahasiswa ITB Bangun Instalasi Biogas dari Kotoran Sapi, Bantu Desa Wujudkan Energi Terbarukan

Program pengabdian tersebut dipimpin oleh Yunita Fahni, S.T., M.T., sebagai bentuk komitmen kampus dalam membina desa mandiri energi secara berkelanjutan.

Desa Wawasan selama ini dikenal sebagai salah satu titik pusat pemanfaatan biogas di wilayah Lampung Selatan.

Melalui Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera, warga mengelola kotoran sapi menjadi gas menggunakan reaktor besar berkapasitas 17 meter kubik.

Namun, warga sering menghadapi masalah karena gas yang dihasilkan masih mengandung uap air dan gas pengotor (H₂S). Itu menyebabkan api tidak stabil serta merusak kompor. 

Sosialisasi penggunaan desulphurizer dan water trap (itera.ac.id)

Baca juga: Mahasiswa UNAIR Ciptakan AIRMON, Alat Pendeteksi Gas Polutan Berbahaya Berbasis IoT

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim Itera memperkenalkan dua teknologi tepat guna, yaitu desulphurizer dan water trap.

Alat desulphurizer berfungsi untuk menghilangkan kandungan sulfur yang korosif, sedangkan water trap bekerja memisahkan uap air dari aliran gas sebelum digunakan.

Dengan tambahan alat ini, gas yang mengalir ke rumah warga menjadi lebih murni dan aman bagi peralatan masak.

“Teknologi ini membantu menghasilkan biogas yang lebih bersih, nyala api lebih stabil, dan peralatan lebih awet,” tutur Yunita Fahni. 

Baca juga: Mengenal StarTech Scholarship: Program Beasiswa Penuh Bidang Teknologi dari BINUS UNIVERSITY

Selain memasang alat, para dosen juga memberikan pelatihan cara merawat sistem biogas agar tetap berfungsi optimal dalam waktu lama.

Ketua KPT Maju Sejahtera, Suhadi, menyampaikan bahwa kini biogas menjadi lebih bersih, tidak berbau, dan sangat nyaman digunakan untuk memasak sehari-hari.

Tak hanya itu, warga juga merasakan langsung perubahan yang signifikan pada kualitas api mereka.

Melalui inovasi ini, Itera berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan energi bersih secara mandiri dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itera.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU