INDOZONE.ID – Lewat komunitas REDUKA, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk LENTERA (Layanan Edukasi untuk Transformasi Generasi Bangsa).
Program diselenggarakan pada 28 Januari 2026, dan sengaja dirancang khusus untuk memberikan pembekalan bagi para ibu dalam mendampingi masa depan pendidikan anak mereka.
Baca juga: Pendidikan Inklusif: Mewujudkan Hak Belajar Setara Tanpa Diskriminasi
Iqbal Rohim Al Farisi, selaku pendiri komunitas REDUKA, menjelaskan bahwa sasaran dari kegiatan ini adalah kaum ibu yang memiliki anak usia sekolah namun memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi pendidikan.
Pemilihan lokasi di Jombang didasari oleh temuan lapangan yang cukup memprihatinkan melalui survei sebelumnya.
“Kami masih menemukan kecenderungan orang tua yang mengarahkan anak untuk segera bekerja dan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” tutur Iqbal.
Tim REDUKA menemukan fakta bahwa masih banyak orang tua yang lebih mendorong anaknya untuk segera bekerja setelah lulus sekolah daripada melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca juga: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda: Konsep, Tujuan, dan Sasaran Pesertanya
Hal ini umumnya dipicu oleh persepsi bahwa menempuh pendidikan tinggi memerlukan biaya yang sangat besar dan proses yang rumit.
Melalui program LENTERA, mahasiswa UNAIR berusaha meyakinkan masyarakat bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi masa depan anak-anak.
Meskipun dijalankan secara mandiri oleh komunitas REDUKA, Iqbal memastikan bahwa mereka tetap merangkul tokoh masyarakat dan pihak lokal agar kegiatan berjalan tepat sasaran.
Sesi edukasi parenting dikemas secara interaktif agar para peserta merasa nyaman dan terlibat aktif.
Para ibu tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak untuk berdiskusi, merefleksikan pengalaman pribadi mereka, serta menuliskan harapan-harapan untuk masa depan anak mereka.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menyentuh sisi emosional dan kesadaran orang tua dalam memberikan pendampingan belajar bagi anak.
Iqbal menekankan bahwa peran seorang ibu sangat penting sebagai figur terdekat dalam keluarga.
Ibu dipandang sebagai agen perubahan yang harus memahami berbagai pilihan jenjang pendidikan serta peluang beasiswa yang tersedia.
Baca juga: Membanggakan! Mahasiswa UBAYA Sukses Tembus Beasiswa Bergengsi Djarum
“Ibu-ibu di sini bukan sekadar peserta sebetulnya, tetapi agen perubahan di dalam keluarga bagaimana ibu perlu memahami pilihan pendidikan, peluang beasiswa, serta manfaat pendidikan bagi masa depan anak,” ungkap Iqbal.
Dengan pengetahuan yang cukup, hambatan ekonomi seharusnya tidak lagi menjadi penghalang utama bagi anak untuk meraih cita-citanya.
Harapan besar dari program ini adalah terbukanya ruang dialog yang lebih sehat di dalam keluarga.
Tim mahasiswa UNAIR ingin menanamkan pola pikir bahwa keterbatasan finansial dapat diatasi jika orang tua proaktif mencari informasi dan memiliki kemauan untuk mengupayakan pendidikan yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id