Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 16:00 WIB

Permudah Kenal Huruf dan Angka, UIM Ciptakan Smart Braille bagi Penyandang Tunanetra

Author

Smart Braille, alat yang dapat membantu penyandang tunanetra dalam proses pembelajaran. (uim-makassar.ac.id)

INDOZONE.ID - Program Studi Pendidikan Teknik Informasi (PTI) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menghadirkan inovasi dalam sektor teknologi dan kemanusiaan, dengan memperkenalkan alat bantu belajar bagi penyandang tunanetra.

Dengan menggunakan Smart Braille, para penyandang tunanetra dapat lebih mudah mengenal huruf dan angka lebih efektif.

Menurut Ketua Program Studi PTI FKIPS UIM Al-Gazali, Smart Barille merupakan solusi agar tiap kalangan mahasiswa dapat mendapatkan akses pendidikan yang setara.

Smart Braille ini kami rancang sebagai bentuk kontribusi nyata Prodi PTI dalam menghadirkan teknologi yang ramah disabilitas. Alat ini diharapkan dapat membantu tunanetra dalam proses belajar secara mandiri, efektif, dan menyenangkan,” tutur Kamal, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Program Studi PTI FKIPS UIM Al-Gazali.

Baca juga: Tak Sekadar KKN, Mahasiswa IPB Sulap Sampah Plastik Jadi Eco-Paving Ramah Lingkungan

Inovasi ini juga tim kembangkan sebagi wadah, yang dapat menjadi jembatan antara kemampuan akademik dan nilai kemanusiaan secara berdampak.

Tak hanya mendukung aksi kemanusian, kehadiran inovasi ini turut memenuhi nilai Tri Dharma Perguruang Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat dan penelitian.

Smart Braille merupakan bukti bahwa FKIPS UIM Al-Gazali terus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini sejalan dengan visi fakultas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial,” tutur Dr. Mulyadi selaku Dekan FKIPS.

Ia juga mengharapkan agar kedepannya Smart Braille dapat menggapai lebih banyak institusi pendidikan dan komunitas penyandang tunanetra.

Baca juga: Kreatif! Mahasiswa UM Hadirkan Sutoma, Pembelajaran Interaktif Matematika Berbasis Kearifan Lokal

Kami berharap Smart Braille ini tidak berhenti pada tahap inovasi internal kampus, tetapi dapat dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Tak hanya itu, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag. menilai Smart Braille relevan dengan nilai keislaman dan kemanusian yang kampus jalankan.

UIM Al-Gazali sangat mengapresiasi inovasi Smart Braille yang diinisiasi oleh Prodi PTI FKIPS. Ini adalah wujud nyata bahwa perguruan tinggi harus hadir memberikan solusi atas persoalan umat dan kemanusiaan, termasuk dalam pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas,” tutur Rektor UIM Al-Gazali itu.

Teknologi yang dikembangkan di kampus harus memiliki nilai manfaat dan keberkahan. Smart Braille adalah contoh bagaimana ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk membantu sesama dan memperluas akses pendidikan yang adil dan inklusif,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uim-makassar.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU