INDOZONE.ID - Sekelompok mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik Institut Teknologi Bandung (HMFT-ITB), mengadakan program pengabdian masyarakat bertajuk SOS-X.
Mereka menciptakan sistem penyaringan air guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Desa Mondu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 26 Januari 2026, dipimpin oleh Kayla Salsabila bersama 11 mahasiswa Teknik Fisika dari berbagai angkatan.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang sebelumnya sukses dilaksanakan di Banyuwangi pada 2025.
Kondisi alam di Desa Mondu menjadi alasan dipilihnya lokasi ini. Meskipun musim hujan, warga tetap kesulitan mendapatkan air layak konsumsi karena air tanah di sana mengandung kadar zat kapur yang sangat tinggi.
Sebagai solusi, tim mahasiswa merancang teknologi filtrasi. Teknologi ini dapat menyaring air hujan yang ditangkap dari atap rumah menjadi air bersih dengan tingkat keasaman (pH) yang sesuai standar kesehatan.
Ketua tim, Kayla Salsabila, menjelaskan bahwa SOS-X adalah bentuk kepedulian mahasiswa untuk terjun langsung menangani masalah di daerah terpencil.
“SOS-X merupakan program eksplorasi yang dimiliki oleh HMFT-ITB untuk bisa terjun langsung dalam mengatasi masalah-masalah di masyarakat terkhususnya di daerah 3T, seperti daerah di luar pulau Jawa, Pulau Sumba,” tekannya.
Selain memasang alat filtrasi, para mahasiswa juga aktif memberikan edukasi kepada generasi muda di desa.
Mereka mengunjungi SMPN 1 Kanatang untuk mengajarkan cara membuat alat penyaring air sederhana menggunakan botol bekas.
Hasilnya, para siswa dapat melihat langsung bagaimana air yang keruh berubah menjadi jauh lebih jernih.
Tak hanya itu, edukasi berlanjut ke SMAN 2 Haharu dengan materi mengenai pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta pemberian motivasi kepada anak-anak desa mengenai pentingnya menempuh pendidikan tinggi.
Langkah ini diambil karena kesadaran akan pentingnya kuliah masih tergolong rendah di wilayah tersebut.
Kepala Desa Mondu, Opung Peka, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas inovasi mahasiswa ITB.
“Saya atas nama keluarga dan nama desa mengucapkan terima kasih atas dorongan dan pemberian terkait teknologi yang dibuat karena sangat positif dan bermakna untuk kesehatan bagi warga Mondu,” tuturnya.
Keberhasilan program juga tidak lepas dari dukungan penuh Bupati Sumba Timur, dosen pendamping, serta berbagai sponsor dari perusahaan besar dan kontribusi para alumni ITB.
Harapannya, sistem filtrasi dapat terus dirawat oleh warga agar akses air bersih di Desa Mondu tetap terjaga secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id