INDOZONE.ID - Menyusun CV sering menjadi tantangan bagi fresh graduate, terutama saat minim pengalaman kerja. Padahal, CV yang disusun dengan tepat bisa menjadi kunci agar dilirik rekruter dan lolos ke tahap seleksi berikutnya.
Mulai dari profil diri, riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, hingga skill dan prestasi, semua bisa menjadi nilai jual jika ditampilkan secara jelas dan relevan dengan posisi yang dilamar.
Lalu, bagaimana cara membuat CV fresh graduate yang menarik dan profesional? Simak tips penting berikut agar peluang diterima kerja semakin besar.
Baca juga: Update SNBP 2026: Cek Jadwal Resmi dan Tahapan Seleksi agar Tak Ketinggalan
1. Buat Profil Diri Singkat tapi Memikat
Selain mencantumkan data pribadi, kamu dapat menambahkan ringkasan profil sebagai pembuka CV.
Bagian ini berfungsi sebagai gambaran umum tentang siapa dirimu sekaligus menonjolkan kemampuan, latar belakang pendidikan, dan potensi yang kamu miliki.
Tambahkan juga tujuan karier (career objective) agar rekruter mengetahui arah karier yang ingin kamu capai.
Kamu bisa menyebutkan posisi yang dilamar atau keahlian yang ingin dikembangkan selama bekerja di perusahaan yang dilamar.
2. Buat Riwayat Pendidikan yang Lebih Terstruktur
Tuliskan riwayat pendidikanmu secara lengkap, mulai dari jenjang pendidikan, nama institusi, hingga tahun kelulusan.
Jika memiliki IPK yang memuaskan, kamu bisa memasukkannya ke dalam CV sebagai nilai tambah.
Apabila bidang studi yang kamu tempuh relevan dengan posisi yang dilamar, jelaskan pula secara singkat materi atau kompetensi yang dipelajari selama perkuliahan.
Baca juga: Unair Turun Tangan Bantu UMKM Terdampak Bencana di Pidie Jaya Aceh, Warga Dapat Modal Rp3 Juta
3. Cantumkan Pengalaman Organisasi
Fresh graduate yang aktif mengikuti kegiatan organisasi biasanya memiliki daya tarik di mata rekruter.
Pengalaman organisasi tersebut menunjukkan bahwa kamu telah mengasah soft skill seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi.
Kamu bisa menuliskan pengalaman di organisasi kampus, komunitas, kegiatan sosial, volunteering, hingga kepanitiaan acara.
Sertakan juga peran serta tanggung jawab yang kamu jalankan agar kontribusimu terlihat jelas.
4. Pamerkan Skill Unggalan
Jelaskan keterampilan utama yang relevan dengan posisi yang kamu incar. Jika pernah mengikuti pelatihan atau kursus bersertifikat, buat bagian khusus seperti “Sertifikasi” di CV untuk memperkuat kredibilitas kemampuanmu.
Untuk bidang tertentu, terutama posisi kreatif, lampirkan portofolio sebagai bukti dari hasil karyamu.
Portofolio bisa berupa file PDF, website pribadi, atau tautan media sosial yang menampilkan proyek atau karya terbaik.
Baca juga: Keren! Mahasiswi UMS Tembus Program SEA-Teacher, Raih Kesempatan Mengajar di Filipina
5. Tunjukkan Prestasi dan Pencapaian
Bagi fresh graduate, pencapaian akademik maupun non-akademik bisa menjadi nilai tambah dalam CV.
Misalnya pernah menjadi lulusan terbaik, memenangkan lomba fotografi, menulis cerpen, atau prestasi lain yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar.
Prestasi juga tidak selalu berbentuk kemenangan kompetisi. Kamu bisa menjelaskan target atau pencapaian yang pernah diraih, khususnya yang disertai data terukur.
Contohnya, jika pernah mengelola media sosial sebuah bisnis dan berhasil meningkatkan performa akun, kamu bisa menuliskan capaian seperti “menambah 10.000 followers dalam enam bulan” atau “meningkatkan penjualan hingga 40% dalam satu tahun.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cdc.pnj.ac.id