Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 15:15 WIB

Kisah Inspiratif Alumni UMY Raih Beasiswa Internasional ke Al-Azhar Kairo

Author

Fadhil, S.Pd., Gr., alumni UMY peraih beasiswa ASFA Foundation di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. (pai.umy.ac.id)

INDOZONE.ID - Prestasi membanggakan datang dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Salah satu alumninya, Fadhil, S.Pd., Gr., berhasil meraih beasiswa dari ASFA Foundation untuk mengikuti program pelatihan khusus bagi pimpinan pesantren dan ustadz di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Program bergengsi tersebut diikuti sekitar 700 pendaftar, namun hanya 70 peserta yang dinyatakan lolos. Fadhil berhasil melewati proses seleksi ketat, mulai dari tahap administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.

Alumni UMY angkatan 2023 itu menilai pengalaman studinya selama kuliah tidak hanya berfokus pada pemahaman teks keagamaan, tetapi juga pendalaman tradisi serta nilai-nilai keilmuan Islam.

Baginya, Universitas Al-Azhar Kairo merupakan pusat keilmuan yang mempertemukan khazanah klasik dengan tantangan zaman modern.

Baca juga: Skripsi, Tesis, dan Disertasi: Apa Bedanya dan Mengapa Penting Dipahami Mahasiswa?

Aku ingin sekali merasakan langsung atmosfer orang-orang yang mencintai ilmu, belajar dari sumbernya, dan menempa diri supaya lebih matang secara intelektual maupun spiritual sebelum kembali berkontribusi di masyarakat,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam proses seleksi beasiswa bukan hanya soal menyiapkan dokumen atau menghadapi ujian, tetapi juga menjaga komitmen, niat, dan semangat agar tetap konsisten sepanjang proses seleksi.

“Dari proses seleksi beasiswa hingga kepulangan ke Indonesia, ada satu hal penting yang benar-benar aku pelajari: kesempatan tidak akan pernah bisa berubah menjadi rezeki kalau kita tidak menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Karena pada akhirnya, yang menentukan bukan hanya datangnya peluang, tapi sejauh mana kita sudah siap menyambut dan memanfaatkannya,” tambahnya.

Fadhil menilai Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bukan sekadar wadahnya untuk menempuh pendidikan, tetapi juga sebagai cara berpikir secara kritis.

Baca juga: Siapa Bilang Gap Year Berisiko? Simak 4 Manfaat dan Rekomendasi Kegiatan Positifnya untuk Pengembangan Diri

Menurutnya, suasana diskusi di kelas membantu mahasiswa untuk terus kritis, memperluas wawasan, serta mendalami berbagai literatur tanpa cepat merasa puas dengan ilmu yang telah dimiliki.

Dosen-dosennya juga bukan cuma mengajar lalu selesai. Cara mereka berdialog, menghargai perbedaan, dan tetap tegas dalam prinsip itu banyak membentuk sikapku hari ini. Aku merasa perjalanan ini bukan tiba-tiba, tapi hasil dari proses panjang yang dimulai sejak duduk di bangku PAI UMY,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus menunjukkan bahwa lulusannya mampu bersaing di kancah internasional.

Pihak prodi berharap pencapaian Fadhil dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan diri serta berani mengejar peluang global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pai.umy.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU