Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 16:25 WIB

Pertahankan Predikat WBBM, FTAB UB Buktikan Birokrasi Bersih dan Pelayanan Publik yang Inklusif

Author

Rektor UB, Prof. Widodo (ub.ac.id)

INDOZONE.ID - Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya, yang sebelumnya dikenal sebagai Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), kembali menorehkan prestasi gemilang pada awal tahun 2026.

Fakultas tersebut berhasil mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian PAN-RB.

Penghargaan ini merupakan standar tertinggi yang membuktikan bahwa lembaga tersebut tidak hanya bebas dari praktik korupsi, tetapi juga mampu memberikan pelayanan publik yang prima. 

Baca juga: Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi AI Pendeteksi Bahan Kimia pada Makanan

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menyampaikan bahwa pencapaian yang diraih adalah hasil dari komitmen jangka panjang yang telah dimulai sejak tahun 2019.

“Zona Integritas lebih dari sekadar angka. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan publik. Kami memastikan bahwa pengelolaan anggaran di UB bertransformasi menjadi pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada hasil,” tergasnya.

Prof. Hendrawan, selaku Dekan FTP UB, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini bermula dari langkah transformasi digital dan penguatan integritas yang telah diinisiasi sejak tahun 2019.

Beliau memaparkan tiga aspek krusial dalam laporan yang disampaikan kepada Kementerian PAN-RB.

Baca juga: Imbauan dari UNDIP: Modus Penipuan Lewat Telepon Makin Canggih, Literasi Digital Jadi Senjata Wajib

Pertama, sebagai bentuk tindak lanjut evaluasi lima tahun pasca-meraih status Wilayah Bebas Korupsi (WBK), FTP secara konsisten melakukan penyempurnaan di enam sektor perubahan, dengan fokus utama pada penyediaan layanan publik yang lebih peka dan inklusif.

Kedua, FTP berhasil mengembangkan inovasi sistem birokrasi yang dirancang untuk membatasi interaksi tatap muka, sehingga celah terjadinya malapraktik administrasi dapat diminimalisir.

“Digitalisasi total sedang dilakukan melalui aplikasi terintegrasi untuk korespondensi, layanan akademik, dan keuangan. Kami juga menyediakan fasilitas bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia sebagai standar wajib WBBM,” jelasnya.

Ketiga hal tersebut telah terbukti membawa dampak besar bagi mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya. Proses administrasi yang dulunya memakan waktu berhari-hari kini bisa diselesaikan hanya dalam hitungan menit. 

Baca juga: Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa FIP UMJ Sabet Sederet Medali Kejuaraan Pencak Silat IPSI Banten

Hal ini dibuktikan dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang melonjak hingga hampir mencapai skor sempurna.

Prof. Hendrawan menekankan bahwa predikat WBBM ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan standar baru yang akan terus ditingkatkan dan disebarluaskan ke seluruh fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ub.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU