Peduli Cerebral Palsy, Fisioterapi UMS Buka Akses Terapi Gratis untuk Sanggar Inklusi Sukoharjo
INDOZONE.ID - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan komitmennya dalam bidang kemanusiaan dengan meluncurkan program layanan fisioterapi gratis.
Program ini dikhususkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, terutama mereka yang menyandang kondisi cerebral palsy dan berasal dari berbagai sanggar inklusi di wilayah Sukoharjo.
Baca juga: Keren! Mahasiswi UMS Tembus Program SEA-Teacher, Raih Kesempatan Mengajar di Filipina
Inisiatif yang diselenggarakan bertujuan untuk memberikan dukungan nyata bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar mereka bisa mendapatkan akses kesehatan lebih baik.
Melalui layanan yang diberikan, pihak kampus berharap dapat membantu meningkatkan kemampuan gerak fungsional serta memperbaiki kualitas hidup anak-anak tersebut secara bertahap.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Fisioterapi UMS, Adnan Faris Naufal, Ftr., M.Biomed., menjelaskan bahwa kegiatan tidak hanya sekadar aksi sosial atau bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai laboratorium hidup bagi para mahasiswa Fisioterapi UMS untuk belajar secara langsung di lapangan.
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan observasi mendalam mengenai kondisi nyata pasien dan mempelajari teknik terapi yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Baca juga: Mahasiswa Vokasi UI Mendominasi PSPEC 2025 Berkat Inovasi di Bidang Fisioterapi Bagi Atlet Esports
Meskipun melibatkan mahasiswa, Adnan memastikan bahwa pelayanan tetap mengedepankan profesionalisme dan keamanan pasien.
“Mahasiswa membantu kami yang sudah memiliki STR (Surat Tanda Registrasi), jadi mahasiswa di sini sifatnya asistensi,” terangnya.
Latar belakang dibukanya layanan gratis bermula dari keluhan yang diterima pihak kampus dari pengelola sanggar inklusi.
Selama ini, anak-anak di sanggar biasanya hanya mendapatkan jadwal terapi sebanyak satu kali dalam seminggu. Namun, sering kali jadwal yang dibatasi tidak dapat diikuti oleh anak-anak karena berbagai kendala.
“Jadi saya berinisiatif membuka pelayanan gratis. Bagi mereka yang tidak sempat mendapatkan pelayanan di sanggar inklusi, bisa ke UMS untuk mendapatkan terapi gratis,” ungkap Adnan.
Bagi orang tua atau pihak sanggar yang ingin memanfaatkan layanan tersebut, mekanismenya cukup mudah.
Baca juga: Vokasi UI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Wujud Nyata Kampus Peduli Kesehatan Sivitas Akademika
Pengurus sanggar inklusi hanya perlu mendaftarkan nama anak-anak yang membutuhkan terapi kepada admin layanan di UMS.
Setelah terdaftar, anak-anak nantinya akan mendapatkan jadwal rutin untuk mengikuti sesi fisioterapi setiap hari Senin yang bertempat di Klinik Fisioterapi UMS.
Dengan adanya program ini, UMS berharap hambatan fisik yang dialami anak-anak berkebutuhan khusus dapat diminimalisir.
Target utamanya adalah agar setiap anak mampu mencapai kemandirian dalam aktivitas sehari-hari dan merasakan peningkatan kesejahteraan hidup mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ums.ac.id