INDOZONE.ID - Mahasiswa K3S Profesi Ners dari Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKEP USK) memperkenalkan sebuah platform digital inovatif bernama SIGAP MPASI.
Peluncuran tersebut dilakukan melalui serangkaian kegiatan sosialisasi dan bazar edukatif di Gampong Lam Ujong, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, pada 24 Februari 2026.
Kehadiran website ini merupakan bagian dari program stase Sosio Technopreneur. Tujuannya adalah menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk para orang tua, agar lebih memahami pentingnya asupan gizi yang tepat bagi anak-anak melalui literasi digital.
Platform SIGAP (Sistem Informasi Gizi Anak dan Pangan MPASI), dirancang sebagai media edukasi lengkap yang mencakup berbagai kebutuhan informasi seputar Makanan Pendamping ASI.
Di bawah bimbingan Ns. Suraya Putri, para mahasiswa menyusun konten yang aplikatif, mulai dari tahapan pemberian MPASI berdasarkan kategori usia, hingga kumpulan resep menu sehat untuk durasi tujuh hari.
Selain resep, website juga dilengkapi dengan fitur-fitur fungsional seperti pelacak pertumbuhan anak, kalkulator kebutuhan nutrisi, dan laporan gizi mingguan yang membantu orang tua memantau perkembangan anak secara teratur.
Masalah umum seperti anak yang sulit makan atau Gerakan Tutup Mulut (GTM) juga dibahas tuntas dalam fitur FAQ dan panduan khusus di situs tersebut.
Baca juga: Petakan Potensi Risiko Penyakit, Mahasiswa KKN Undip Bantu Warga Ciptakan Lingkungan Sehat
Untuk mempermudah akses, mahasiswa membagikan media edukasi berupa flashcard atau kartu pintar yang memuat poin-poin mengenai porsi makan, tekstur makanan yang sesuai usia (6-24 bulan), hingga tips menjaga kebersihan pangan.
Setiap kartu dilengkapi dengan QR Code yang dapat dipindai untuk langsung terhubung ke website SIGAP MPASI, sehingga informasi bisa diakses kapan saja melalui ponsel.
Tak hanya fokus pada teknologi digital, tim mahasiswa juga memperkenalkan produk olahan pangan sehat berupa nugget tempe.
Produk tersebut menjadi contoh nyata bagaimana bahan lokal yang terjangkau bisa diolah menjadi camilan bergizi tinggi bagi anak-anak.
Ns. Suraya Putri selaku pembimbing akademik menekankan bahwa inovasi ini adalah langkah strategis untuk menjawab tantangan literasi gizi di masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa Keperawatan USK Luncurkan SIGAP MPASI, Solusi Praktis untuk Edukasi Gizi Anak
“Melalui SIGAP MPASI, kami ingin memudahkan orang tua dalam mengakses informasi yang tepat dan terpercaya mengenai pemberian makanan pendamping ASI. Harapannya, inovasi ini dapat membantu mencegah masalah gizi sejak dini,” tuturnya.
Apresiasi tinggi juga datang dari warga setempat. Safrina, salah satu kader Desa Lam Ujong, mengungkapkan bahwa website ini sangat membantu para ibu.
“Bagus ada website informasi seperti ini karena mempermudah ibu-ibu dalam membaca dan memahami MPASI,” ungkapnya.
Dengan semangat pengabdian, para mahasiswa berkomitmen untuk terus mendampingi warga agar manfaat dari SIGAP MPASI dapat dirasakan secara berkelanjutan demi tumbuh kembang anak yang optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Usk.ac.id