Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 15:00 WIB

Canggih! ITS dan BPBD Jatim Hadirkan RRekon VR: Belajar Rekonstruksi Pascabencana Jadi Lebih Nyata

Author

Mahasiswi ITS (kiri) ketika sedang memandu salah satu siswi SMPN 32 Surabaya saat mencoba menggunakan RRekon VR (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melakukan uji coba aplikasi bernama RRekon VR di SMPN 32 Surabaya pada 25 Februari 2026.

Inovasi ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya tahap rekonstruksi dan rehabilitasi setelah bencana terjadi.

Baca juga: Unair Turun Tangan Bantu UMKM Terdampak Bencana di Pidie Jaya Aceh, Warga Dapat Modal Rp3 Juta

Ketua Tim Peneliti, Okta Putra Setio Ardianto, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) agar proses belajar menjadi lebih interaktif dan nyata.

Pengguna tidak hanya mengandalkan indra penglihatan dan pendengaran, tetapi juga terlibat secara fisik atau kinetis dalam simulasi tersebut.

“Keterlibatan berbagai indra ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat secara lebih mendalam,” ungkapnya.

Dalam RRekon VR, pengguna akan berperan sebagai petugas BPBD yang bertanggung jawab merencanakan pembangunan kembali daerah yang terdampak bencana.

Hal ini sangat krusial karena proses pemulihan membutuhkan biaya yang besar serta perencanaan yang matang untuk menentukan sektor mana yang harus diprioritaskan.

Baca juga: 7 Prospek Kerja Lulusan Teknik Industri yang Menjanjikan di Berbagai Sektor

Aplikasi menawarkan dua pilihan pengalaman utama, yaitu mode observasi dan mode maket.

Melalui mode observasi, pengguna seolah-olah terjun langsung ke lokasi bencana untuk mengamati kerusakan yang ada di lapangan secara mendetail.

Sementara itu, mode maket memberikan gambaran wilayah secara menyeluruh dari sudut pandang yang lebih luas.

Kombinasi kedua mode membantu pengguna memahami situasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan strategis.

Dhany Aribowo dari BPBD Jawa Timur menekankan bahwa selama ini edukasi kebencanaan lebih banyak berfokus pada pencegahan dan cara menyelamatkan diri saat kejadian.

Baca juga: Mahasiswa Keperawatan USK Luncurkan SIGAP MPASI, Solusi Praktis untuk Edukasi Gizi Anak

Padahal, peran masyarakat dan relawan dalam tahap pemulihan juga sangat penting agar daerah terdampak bisa segera bangkit.

Rencana ke depannya, RRekon VR tidak hanya akan digunakan oleh pelajar, tetapi juga sebagai sarana pelatihan bagi petugas BPBD dalam mengidentifikasi tingkat kerusakan bangunan dan infrastruktur secara lebih akurat melalui simulasi data nyata.

Salah satu tim peneliti dari ITS Retno Widyaningrum ST MT MBA PhD (kiri) sedang berdiskusi terkait mekanisme uji coba aplikasi RRekon VR bersama perwakilan BPBD Jatim (its.ac.id)

Kepala SMPN 32 Surabaya, Moh Bisri, menyambut positif kegiatan ini karena dianggap mampu memperkaya wawasan digital para siswanya.

Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pembelajaran sangat relevan karena kehidupan saat ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi.

Harapannya, inovasi dan kegiatan serupa tidak berhenti di sini dan selalu ada keberlanjutan,” ujarnya.

Setelah tahap penyempurnaan selesai, aplikasi ini rencananya akan dipasang secara resmi di Taman Pendidikan Bencana (Tenpina) milik BPBD Jawa Timur sebagai fasilitas edukasi bagi masyarakat umum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU