Rabu, 04 MARET 2026 • 16:00 WIB

Intip Aksi Mahasiswa ITB Edukasi Pertanian Organik di Desa Cupunagara Subang

Author

Sosialisasi pembuatan biopestisida dan pupuk organik cair (POC) di Desa Cupunagara, Subang. (itb.ac.id)

INDOZONE.ID -  HIMAREKTA “Agrapana” bersama dengan HIMABIO “Nymphaea” Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kerja sama dalam melaksakan program pengabdian di tengah masyarakat Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Melalui program ini, para warga dibimbing dan diedukasi mengenai pembuatan pestisida alami dan pupuk organik cair (POC).

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dibawakan oleh mahasiswa Biologi angkatan 2022, Akhmad Varian Farros. Para warga disuguhkan dengan pemaparan materi terkait pembuatan biopestisida serta penggunaan bahan pertanian yang ramah lingkungan.

Agenda diikuti dengan pemaparan materi dan proses pembuatan pupuk organik cair (POC) yang disampaikan oleh Mutiara Wilasari dan Sabrina Naifah.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Libur Sekolah Lebaran 2026 Dimulai 16 Maret

Mereka memperkenalkan POC setelah melewati berbagai proses fermentasi bahan alami dengan air, molase, dan EM4 dengan rentan 14-21 hari hingga timbul cairan beramona asam-manis dan berwarna cokelat gelap sesuai dengan apa yang tim harapkan berdasarkan uji riset sebelumnya.

Menurut tim, pupuk biopestisida yang diperkenalkan ke warga memiliki efek signifikan dalam menjaga kualitas tanah, lebih hemat biaya produksi, dan menjaga kualitas tanaman yang dihasilkan.

Dilansir dari laman resmi ITB, para peserta yang merupakan warga desa nampak berantusias mengikuti tiap sesi agenda. Mereka juga turun tangan langsung dalam mengaolikasikan biopestisida yang berfungsi optimal dalam mengendalikan hama di sekitar tanaman.

Setelah mengikuti program ini, kami jadi paham yang awalnya perlu pakai pupuk kimia, ternyata ada pengganti baru yaitu pupuk organik cair. Ke depannya kami berharap penggunaan pupuk ini dapat berlanjut dan bermanfaat bagi tanaman kami,” tutur Rodi, salah seorang masyarakat Desa Cupunagara.

Baca juga: Mahasiswa Farmasi Unand Gelar Safari Ramadhan dan Iftar Gratis di 18 Masjid Padang Selama Ramadhan

Ketua pelaksana, Mutiara Wilasari, menilai hadirnya program ini diharapkan dapat mendukung keahlian warga agar dapat memproduksi biopestisida dan pupuk sendiri agar tidak selalu bergantung pada bahan kimia.

Harapan kami ke depannya warga Desa Cupunagara mampu mengolah limbah ternak menjadi pupuk sebagai produk yang memiliki nilai jual,” pungkas Mutiara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU