INDOZONE.ID - Laura Mellisa, mahasiswa Program Profesi Arsitek angkatan 2025/2026 Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), menyabet gelar Bronze Winner dalam kompetisi bergengsi Asia Young Designer Award (AYDA) 2025 dengan tema "Converge: Crafting Cultural Legacies".
Pengumuman kemenangan dilakukan dalam sebuah seremoni megah di The Westin Hotel, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026.
Perjalanan Laura menuju podium juara tidak mudah. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Nippon Paint ini berlangsung selama delapan bulan, dimulai dari seleksi tingkat nasional hingga internasional.
Baca juga: Flourish, Inovasi Suplemen Herbal Mahasiswa Unsoed Sabet Medali Perak Nasional
Dari total 102 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Laura berhasil menembus posisi lima besar finalis sebelum akhirnya dinobatkan sebagai salah satu pemenang.
Dalam kompetisi tersebut, Laura mengusung proyek inovatif berjudul "Kampung Batik Kauman Revitalization".
Ia merancang sebuah solusi arsitektur untuk mengatasi persoalan pelik di Kampung Batik Kauman, Pekalongan, seperti penurunan muka tanah, banjir rob yang kerap berulang, serta polusi akibat limbah industri batik.
Konsep utama yang ditawarkannya adalah "Produce; Protect; Pass On". Melalui pendekatan perencanaan kota yang peka terhadap air (water-sensitive urban planning), ia mengusulkan renovasi rumah UMKM agar lebih adaptif terhadap bencana.
Selain itu, desainnya mencakup restorasi pinggiran Kali Loji, sistem pengolahan limbah yang efektif, serta penggunaan pewarna alami agar produksi batik menjadi lebih ramah lingkungan.
Baca juga: UHB Dorong Ekonomi Lokal Lewat Pelatihan Produksi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan
Desain yang dibuat memastikan bahwa kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat tetap bisa berjalan meskipun saat terjadi banjir, sekaligus menjaga kelestarian budaya batik bagi generasi mendatang.
Laura mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti AYDA sangat berharga bagi pengembangan cara berpikir kritis dan kematangan desainnya.
“Mengikuti Asia Young Designer Award (AYDA) menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat bermakna bagi saya, karena mendorong saya untuk mengasah cara berpikir kritis dan mengembangkan gagasan desain secara lebih matang,” terangnya.
Ia berharap pencapaian ini dapat memotivasinya untuk terus melahirkan karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eng.ui.ac.id