Rabu, 04 MARET 2026 • 18:40 WIB

Nggak Perlu Minum Jamu Pahit! Mahasiswa Unair Ciptakan Koyo Sambiloto Pereda Nyeri Haid

Author

Lima mahasiswa lintas fakultas asal Unair dalam perhelatan Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM) 2025 kategori PKM-RE. (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) membawa pulang juara 1 di perhelatan Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM) 2025 kategori PKM-RE yang digelar di Kampus C Unair.

Tim ini terdiri dari beberapa mahasiswa lintas fakultas angkatan 2024, yang terdiri dari Mohammad Pradana Setyawan asal jurusan Teknologi Radiologi Pencitraan, Sophia Rizqina Fardhani dari jurusan Farmasi, Michelle Ellen Kimberly asal jurusan Kedokteran Gigi, serta Alvyan Ananta Asis dari program studi Teknik Elektro.

Latar belakang pendidikan yang berbeda itu justru mengantarkan tim dapat tampil maksimal di hadapan para juri.

Dalam kompetisi ini, tim mengusung tema "Kesehatan dan Gizi Masyarakat" dengan menghadirkan riset inovatif sebagai solusi bagi wanita Indonesia dalam mengatasi nyeri haid.

Baca juga: Bosan Menunggu Mata Kuliah Selanjutnya? Simak 5 Cara Asyik Mengisi Waktu Luang saat Jam Kosong

Dengan riset berjudul “Patch Transdermal Ekstrak Daun Andrographis paniculata Berbasis Nanopartikel sebagai Terapi Alamiah Dismenore Primer," tim memanfaatkan ekstrak daun sambiloto dengan teknologi nanopartikel, sehingga kandungannya dapat meresap langsung ke dalam kulit. Rasa nyeri pun bisa hilang lebih cepat tanpa harus minum obat atau jamu yang pahit.

Sebelum meraih prestasi membanggakan ini, Priscilla, ketua tim, sempat mendapatkan kendala karena ia harus mencari anggota tim yang sesuai kualifikasi dan memiliki dedikasi tinggi untuk bekerja sama.

Selain itu, mereka juga perlu mengembangkan ide berminggu-minggu lamanya, serta melakukan sesi bimbingan ketat bersama Prof. Prihartini Widiyanti.

Beliau membimbing kami secara konsisten dan mendalam, mulai dari fiksasi ide riset, pengembangan proposal, hingga simulasi presentasi final. Dukungan penuh dan arahan beliau menjadi kunci keberhasilan kami,” tutur Priscilla.

Agar persiapan lomba dapat berjalan matang, mereka dapat bimbingan tambahan dari Departemen Pendidikan dan Profesi BEM FK UNAIR dengan latihan presentasi produk (product pitching), teknik komunikasi efektif, hingga koordinasi administratif.

Baca juga: Tips Anti Bosan Menunggu Wisuda: Dari Ikut Pelatihan hingga Healing Tipis-tipis

Bagi tim, hadirnya acara ini bukan semata-mata sebagai ajang perlombaan saja, namun sebuah wadah untuk mengembangkan soft skill dan memperkuat solidaritas antar anggota. Sehingga, di masa yang akan mendatang, ia bersama tim dapat tembus riset kancah nasional.

Puji syukur kepada Tuhan YME, perjuangan kami tidak sia-sia. Kami berharap mahasiswa Indonesia, khususnya di Universitas Airlangga, terus aktif dan tidak berhenti berusaha meraih mimpi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” pungkas Priscilla.

Inovasi patch herbal penghilang nyeri haid ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut lagi agar dapat dimanfaatkan oleh banyak wanita di indonesia dalam mengurangkan nyeri haid tanpa harus mengonsumsi obat oral maupun jamu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU