INDOZONE.ID - Tim dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS), menggelar gerakan edukasi sosial bernama "Voices for Global Peace".
Acara tersebut berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Surabaya pada Minggu 19 April 2026. Alih-alih mengajak dengan cara kaku, Unesa memilih metode "jemput bola" untuk menyapa warga secara langsung.
Baca juga: Tingkatkan Keselamatan Kerja, UNS dan UKM Edukasi Pekerja Migran Perempuan Indonesia di Malaysia
Tujuannya adalah mengajak masyarakat lebih peduli pada kesehatan mental serta berani mengambil sikap melawan segala bentuk kekerasan, baik itu kekerasan fisik, psikis, maupun seksual.
Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk memperingati Hari Kartini, dengan membawa semangat keberanian, kemandirian, serta kepedulian sosial.
Direktur PPIS Unesa, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., menyampaikan bahwa ajakan tersebut menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari remaja hingga para orang tua.
Beliau menekankan pentingnya bagi setiap individu untuk berani menentang kekerasan, khususnya yang menimpa perempuan dan kelompok rentan lainnya.
“Kita menginginkan ruang yang aman dan nyaman untuk tumbuh bersama dalam rasa saling menghormati,” jelasnya.
Baca juga: Usia 18 Tahun, Naura Tembus Unesa Lewat Jalur SNBP dan Jadi Mahasiswa Termuda
Unesa mengemas kampanye dengan cara yang santai namun tetap memberikan solusi. Di lokasi acara, warga tidak hanya diberikan pamflet informasi, tetapi juga diajak untuk mencoba penilaian (assessment) kesehatan mental melalui perangkat digital.
Selain itu, bagi masyarakat yang sedang merasa terbebani dan butuh teman bicara, tersedia juga ruang konseling terbuka. Layanan dibuat senyaman mungkin agar jauh dari kesan medis yang kaku.
Prof. Mutimmatul juga menyoroti bahwa masalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu oleh sebagian orang.
“Padahal, isu seperti tekanan keluarga, masalah finansial, hingga toxic relationship sangat dekat dengan keseharian kita. Kami ingin masyarakat sadar bahwa mencari bantuan bukanlah hal yang memalukan,” terangnya.
Untuk melengkapi kesehatan mental, tim sains Unesa menyediakan layanan pemeriksaan kebugaran fisik secara gratis. Sebab, kesehatan jiwa dan raga merupakan dua hal yang saling berkaitan.
Baca juga: 450 Ribu Porsi dalam Setahun! UNDIP Jamin Gizi Mahasiswa Lewat Food Truck Gratis
Di balik aksinya, Unesa didukung oleh sistem pendampingan yang sangat profesional. Tim PPIS memiliki psikolog dan konselor yang siap memberikan bantuan secara bertahap, mulai dari teman sebaya untuk masalah yang ringan hingga penanganan ahli untuk kondisi yang lebih serius.
Melalui edukasi yang diadakan di ruang publik, diharapkan masyarakat tidak lagi memilih diam ketika melihat atau mengalami kekerasan di lingkungan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unesa.ac.id