Naura Fazzha Aulia (unesa.ac.id)
INDOZONE.ID - Naura Fazzha Aulia, remaja 18 tahun asal Magetan berhasil menjadi mahasiswa termuda di Universitas Negeri Negeri Surabaya (Unesa) 2026.
Ia dinyatakan lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan akan menempuh pendidikan di Program Studi S-1 Pendidikan Matematika di Unesa Kampus 5 Magetan.
Baca juga: Terinspirasi dari Nenek, Rinita Irawati Sukses Masuk Kedokteran Unila Lewat SNBP
Perjalanan akademik Naura memang tergolong luar biasa. Lulusan MAN 2 Magetan ini sanggup menjalani masa sekolah dengan cepat karena mengikuti program akselerasi dua kali berturut-turut.
Ia berhasil menyelesaikan jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), yang masing-masing hanya dalam waktu dua tahun.
"Awalnya saya hanya ingin mencoba lebih banyak kegiatan seperti organisasi dan lomba. Namun, ketika tawaran akselerasi itu datang dari guru, saya memutuskan untuk menerimanya sebagai sebuah tantangan," tutur Naura.
Kecintaannya pada dunia angka sebenarnya sudah tumbuh sejak ia duduk di bangku kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Bagi Naura, matematika bukan sekadar pelajaran yang penuh dengan rumus membingungkan, melainkan sebuah cara untuk melatih ketajaman logika dan kematangan dalam berpikir.
“Saya suka matematika, karena membuat saya terbiasa berpikir logis dan mencari solusi dari suatu masalah. Selain itu, ada rasa puas sendiri ketika berhasil menyelesaikan soal, apalagi yang awalnya terasa sulit,” ungkapnya.
Baca juga: Kreatif! Mahasiswa KKN-Dik UMS Ajarkan Matematika Lewat Permainan Engklek dan Puzzle
Alasannya memilih Kampus 5 Unesa Magetan pun sangat menyentuh hati. Naura ingin tetap bisa berdekatan dengan orang tuanya selama menempuh studi.
Ia percaya bahwa kenyamanan lingkungan rumah dan dukungan penuh dari keluarga adalah faktor kunci yang akan membantunya sukses di dunia perkuliahan.
Meskipun sempat mendapat prestasi sebagai Juara 1 Bidang Geografi tingkat kabupaten, fokusnya tetap bulat untuk mendalami ilmu matematika agar kelak bisa menjadi seorang pendidik yang hebat.
Tentu saja, menjadi siswa "percepatan" tidaklah mudah. Naura mengakui harus bekerja ekstra keras untuk memahami materi pelajaran lebih cepat dibandingkan teman sebayanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unesa.ac.id