UPI Gelar Forum "SPPIK Mendengar", Perkuat Sistem Pelaporan dan Keamanan Kasus Kekerasan di Kampus
INDOZONE.ID - Melalui Satuan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (SPPIK), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), universitas menyelenggarakan forum terbuka bertajuk “SPPIK Mendengar”.
Kegiatan ini berlangsung di di Auditorium DPPM lantai 3, Jalan Dr. Setiabudi No. 229, Bandung, pada 23 April 2026.
Baca juga: PENSI 2026 Universitas Hasanuddin: Ajang Ekspresi Seni dan Refleksi Sosial Mahasiswa
Forum tersebut dirancang sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta pengalaman pribadi mereka terkait sistem keamanan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan kampus.
Ketua SPPIK UPI, Hani Yulindrasari, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai prosedur pelaporan yang benar.
“Melalui forum ini, kami berharap mahasiswa semakin memahami channel pelaporan yang tepat sehingga setiap kasus dapat ditangani dengan baik dan tidak merugikan korban,” tutur Hani.
Selain sebagai sarana edukasi, "SPPIK Mendengar" hadir sebagai langkah konkret universitas dalam merespons tingginya perhatian publik terhadap isu kekerasan di institusi pendidikan.
SPPIK UPI menyadari bahwa selama ini banyak mahasiswa yang lebih memilih menyampaikan keluhan melalui media sosial dibandingkan kanal resmi kampus.
Oleh karena itu, forum yang dibuat dapat menjadi sarana refleksi untuk memperbaiki kualitas layanan agar mahasiswa merasa lebih percaya diri menggunakan jalur formal yang telah disediakan.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, para mahasiswa menyampaikan berbagai masukan strategis.
Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain perlunya peningkatan fasilitas keamanan fisik, seperti penambahan lampu penerangan di area-area jalan kampus yang masih gelap, serta peningkatan frekuensi patroli oleh petugas keamanan.
Selain itu, mahasiswa juga berharap adanya pelatihan advokasi yang lebih intensif agar mereka memiliki bekal pengetahuan dalam membantu rekan-rekannya yang menjadi korban.
Menanggapi masukan tersebut, Hani Yulindrasari menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait di UPI untuk melakukan tindak lanjut nyata.
“Kami akan menindaklanjuti masukan yang masuk, termasuk memperluas pelatihan seperti sekolah advokasi gender serta berkoordinasi terkait aspek keamanan kampus,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan kesadaran mahasiswa yang telah berperan aktif dalam pengumpulan informasi yang terkadang sulit dijangkau oleh pihak birokrasi kampus.
Baca juga: Peringati Hari Bumi, Mahasiswa UIN Suska Tanam Pohon di Lingkungan Kampus
Sebagai penutup, SPPIK UPI mengajak seluruh elemen kampus untuk terus berkolaborasi dan tidak ragu untuk melaporkan setiap bentuk tindakan kekerasan.
Sinergi antara mahasiswa dan universitas merupakan kunci utama untuk mewujudkan UPI sebagai kampus yang sepenuhnya aman dan ramah bagi seluruh warganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita.upi.edu