PENSI Unhas 2026 (unhas.ac.id)
INDOZONE.ID - Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Direktorat Kemahasiswaan menghadirkan wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat seninya melalui ajang Pentas Seni (PENSI) 2026
Acara berlangsung pada 17 April 2026, yang bertempat di gedung ikonik Baruga A.P. Pettarani mulai pukul 19.00 WITA.
Baca juga: Dapur Gizi Unhas Jadi Laboratorium Hidup, Mahasiswa Ikut Berkontribusi untuk Negeri
Tahun ini, PENSI Unhas mengusung tema “Menembus Cakrawala Rasa, Nada, dan Makna dalam Menyatukan Ragam Perbedaan”’.
Tema tersebut mencerminkan semangat universitas untuk menjadikan seni sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan latar belakang mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, seni tidak hanya dipandang sebagai sarana hiburan semata, tetapi juga sebagai media refleksi untuk memperkuat empati, membangun ruang dialog, serta menjaga keharmonisan di lingkungan kampus.
Mahasiswa Unhas terlihat antusias. Sejak masa pendaftaran dibuka pada 9 hingga 27 Maret 2026, tercatat sebanyak 315 peserta dari berbagai fakultas telah mendaftarkan diri.
Baca juga: Cara Download Kartu Peserta UTBK 2026 Lengkap dan Anti Ribet
Setelah melewati serangkaian proses seleksi yang cukup ketat, tim juri akhirnya menetapkan 79 finalis terbaik yang berhak tampil di babak grand final untuk memperebutkan gelar juara.
Berbagai cabang lomba menarik telah disiapkan untuk menampung ekspresi seni mahasiswa, baik yang bernuansa tradisional maupun modern.
Kategori tersebut meliputi penampilan solo, vokal grup, tari kontemporer, hingga lomba baca puisi. Selain itu, terdapat kompetisi solo daerah, solo dangdut, serta bidang karya visual seperti film pendek dan fotografi.
Direktur Kemahasiswaan Unhas, Abdullah Sanusi, PhD, menjelaskan bahwa PENSI 2026 dirancang sebagai proses pembelajaran kreatif.
Baca juga: Lawan Perundungan, Mahasiswa UNY Hadirkan Program Kreatif di Sekolah Dasar
“PENSI 2026 kami rancang bukan sekadar ajang hiburan, tetapi sebagai ruang pembelajaran kreatif yang mendorong mahasiswa untuk berani menuangkan gagasan dan refleksi sosial ke dalam karya nyata. Melalui seni, mahasiswa dapat membangun empati, memperkuat dialog, serta merawat keberagaman yang menjadi kekuatan utama di lingkungan kampus,” jelas Abdullah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unhas.ac.id