Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 APRIL 2026 • 16:00 WIB

Lawan Perundungan, Mahasiswa UNY Hadirkan Program Kreatif di Sekolah Dasar

Lawan Perundungan, Mahasiswa UNY Hadirkan Program Kreatif di Sekolah DasarMahasiswa UNY mengadakan program bertajuk “Sekolah Ramah Tanpa Bullying” di SDN Kotagede III Yogyakarta (uny.ac.id)

INDOZONE.ID - Kelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat solusi untuk mengatasi permasalahan perundungan yang tengah marak di lingkungan pendidikan.

Melalui program inovatif berjudul “Sekolah Ramah Tanpa Bullying”, mahasiswa angkatan 2024 dari Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), berupaya menumbuhkan budaya positif di SDN Kotagede III Yogyakarta.

Baca juga: Solusi Inovatif Unpad: Nanopartikel dari Limbah Kulit Pisang Kepok untuk Deteksi Kanker Serviks

Inisiatif yang dibangun merupakan wujud nyata dukungan mahasiswa terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs poin 16 mengenai perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Tim penggerak program terdiri dari Asti Ananta, Intan Nurkhasanah, dan Hanifa Luthfi Farhana, dengan bimbingan dari dosen Dr. Kiromim Baroroh.

Keprihatinan mereka didasari oleh data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang menunjukkan kenaikan kasus kekerasan sekolah kian melonjak

Dari 285 insiden yang terjadi di 2023, naik menjadi 573 insiden pada 2024. Berdasarkan data 2025, sekitar 26 persen dari kasus perundungan justru terjadi di tingkat sekolah dasar.

Ketika melakukan observasi langsung, tim mahasiswa menemukan bahwa perundungan secara verbal sering kali dianggap sebagai hal yang lumrah dan hanya dianggap candaan oleh para siswa.

Padahal, jenis perundungan psikis atau verbal ini mencakup sekitar 29,3 persen dari keseluruhan kasus yang ada.

Baca juga: Mahasiswa UMS Hadirkan Sekolah Pintar Berbasis Tenaga Surya, Panen 5 Medali Nasional Sekaligus

Asti Ananta selaku ketua tim menekankan pentingnya membangun empati sejak dini untuk anak-anak.

“Kami melihat bahwa banyak siswa belum menyadari bahwa candaan tertentu bisa menyakiti temannya. Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran dan keberanian siswa untuk saling melindungi,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan pendekatan interaktif melalui metode storytelling atau bercerita. Cara tersebut dianggap lebih efektif untuk menyentuh aspek emosional anak-anak dibandingkan sekadar memberikan teori.

Para siswa diajak untuk berperan sebagai upstander, yakni individu yang berani bertindak atau menolong saat melihat temannya mengalami perundungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lawan Perundungan, Mahasiswa UNY Hadirkan Program Kreatif di Sekolah Dasar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!