Kamis, 07 MEI 2026 • 14:51 WIB

Kisah Inspiratif Ahad Ameen, Mahasiswa Internasional Pertama di FKep USU

Author

Ahad Ameen mahasiswa asal Yaman yang berkuliah di USU (usu.ac.id)

INDOZONE.ID - Ahad Ameen Lutf Al Awadhi, merupakan mahasiswa internasional pertama asal Yaman yang kini menempuh program studi S1 Fakultas Keperawatan (FKep), Universitas Sumatera Utara (USU).

Kehadiran Ahad, yang kini menduduki semester dua, memberikan warna baru di dalam ruang kelas, mempererat suasana akademik inklusif, serta meningkatkan daya saing global bagi USU.

Baca juga: USU Gelar Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa 2026, Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Global

Perjalanan akademik Ahad di Medan, dimulai melalui program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Meskipun memiliki tekad kuat, langkah awal Ahad tidaklah mudah. Sebab, ia harus berhadapan dengan perbedaan budaya dan tantangan bahasa yang cukup signifikan.

Pada masa awal perkuliahan, ia mengakui adanya kendala dalam berkomunikasi karena keterbatasan penguasaan bahasa.

“Pada awalnya cukup sulit, karena sebagian pengajar belum terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, sementara kami juga belum memahami Bahasa Indonesia dengan baik. Hal tersebut membuat komunikasi menjadi tidak berjalan optimal,” terang Ahad.

Namun, ia tidak menyerah dan memilih untuk mengikuti program belajar Bahasa Indonesia selama setahun penuh, sebelum benar-benar memulai kegiatan perkuliahan secara formal.

Berkat kegigihannya serta bantuan dari para dosen dan rekan mahasiswa, hambatan komunikasi yang dialami perlahan dapat teratasi dengan baik. 

Baca juga: Dosen ITERA Ajarkan Siswa SMAN 06 Bandar Lampung Buat Pembersih dari Kulit Jeruk dan Kayu Manis

Selama belajar di FKep USU, Ahad menemukan bahwa dunia keperawatan jauh lebih luas dari sekadar tindakan medis teknis. 

Ia sangat terkesan dengan konsep holistic care atau perawatan menyeluruh yang diajarkan di kampus.

Pendekatan tersebut mencakup empat pilar utama dalam merawat pasien, yaitu aspek fisik (fisiologis), kejiwaan (psikologis), kondisi lingkungan, hingga latar belakang budaya.

“Saya memang pribadi yang peduli terhadap orang lain dan memiliki empati. Melalui pembelajaran ini, saya merasa kemampuan tersebut semakin terasah,” ungkapnya.

Ketertarikan Ahad pada sisi psikologis pasien bahkan mendorongnya untuk aktif menulis artikel ilmiah. Salah satu fokus penelitiannya adalah mengenai kesehatan mental di kalangan mahasiswa serta pentingnya komunikasi terapeutik bagi pasien yang akan menjalani operasi.

Ahad mengamati bahwa komunikasi yang tepat dari seorang perawat dapat membantu meredakan kecemasan dan stres pada pasien pra-operasi, sehingga membangun rasa percaya yang mempercepat proses penyembuhan.

Baca juga: Konsentrasi Jurusan Ilmu Komunikasi Ada Apa Saja? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kisah Ahad menjadi bukti bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih prestasi di kancah internasional.

Kehadirannya di USU diharapkan dapat terus menginspirasi mahasiswa lain untuk tetap berinovasi dan memiliki pandangan yang luas dalam dunia kesehatan global.

Melalui dukungan kampus, Ahad optimistis perjalanannya sebagai calon perawat profesional akan memberikan dampak positif di dunia kesehatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usu.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU