INDOZONE.ID - Lolos SNBT 2026 tentu menjadi kabar yang membahagiakan bagi calon mahasiswa baru. Namun, setelah lolos, ada tahapan penting yang harus segera dilakukan, yaitu daftar ulang.
Kamu harus melengkapi seluruh dokumen administrasi yang diminta kampus. Tentunya, setiap perguruan tinggi memiliki aturan berbeda. Tapi, secara umum, ada sejumlah dokumen yang hampir selalu diminta.
Agar kamu tidak bingung dan salah, berikut berkas-bekas yang perlu kamu siapkan setelah dinyatakan lolos SNBT 2026.
Dokumen Daftar Ulang SNBT 2026
Baca juga: Kapan Pengumuman SNBT 2026? Ini Jadwal, Link Mirror, dan Cara Cek Hasilnya
1. Kartu Peserta SNBT 2026
Kartu peserta SNBT merupakan dokumen yang wajib disiapkan. Sebab, ini jadi bukti resmi bahwa kamu benar-benar terdaftar dan telah mengikuti proses seleksi nasional.
Dokumen tersebut biasanya diminta oleh kampus untuk mencocokkan data peserta dengan hasil pengumuman kelulusan yang tercatat dalam sistem.
Banyak peserta sering menganggap kartu peserta tidak lagi diperlukan setelah ujian selesai. Padahal, kartu peserta SNBT menjadi salah satu syarat penting dalam proses verifikasi administrasi.
Sebaiknya, calon mahasiswa baru perlu memastikan file kartu peserta masih tersimpan dengan baik dan tidak dihapus.
Jika memungkinkan, simpanlah dalam beberapa versi, baik PDF maupun hasil scan yang jelas. Pastikan seluruh bagian kartu terlihat utuh, tidak terpotong, dan mudah dibaca agar tidak menimbulkan kendala saat proses pengecekan data.
2. Ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
Dokumen lain yang harus disiapkan adalah ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL). Bagi peserta yang baru lulus dan ijazah aslinya belum diterbitkan sekolah, SKL dapat digunakan sebagai pengganti sementara.
SKL harus merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh sekolah dan memuat identitas lengkap siswa, keterangan kelulusan, serta tanda tangan kepala sekolah dengan cap resmi.
Kampus membutuhkan dokumen tersebut untuk memastikan, bahwa peserta benar-benar telah menyelesaikan pendidikan menengah atas.
Jika ijazah sudah tersedia, sebaiknya gunakan scan ijazah asli karena proses verifikasi biasanya menjadi lebih mudah dan cepat.
Pastikan hasil scan terlihat jelas, terutama pada bagian nama, nomor ijazah, serta nilai atau informasi kelulusan yang tercantum.
3. Kartu Keluarga (KK) dan KTP
Kartu Keluarga dan KTP digunakan untuk mencocokkan identitas peserta dengan data kependudukan nasional.
Dokumen ini membantu kampus memastikan bahwa seluruh data administrasi sesuai dengan identitas resmi peserta.
Saat menyiapkan KK dan KTP, penting untuk memeriksa kembali kesesuaian nama, tanggal lahir, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan data yang digunakan ketika mendaftar SNBT.
Pastikan hasil scan Kartu Keluarga maupun KTP terlihat terang, tidak buram, dan seluruh tulisan dapat terbaca dengan jelas.
Bagi peserta yang belum memiliki KTP elektronik, biasanya Kartu Keluarga tetap dapat digunakan sebagai dokumen identitas utama.
4. Slip Gaji atau Bukti Penghasilan Orang Tua
Slip gaji atau bukti penghasilan orang tua menjadi salah satu dokumen yang sangat penting karena digunakan untuk menentukan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Kampus memerlukan data tersebut untuk menyesuaikan kelompok pembayaran mahasiswa berdasarkan kondisi ekonomi keluarga.
Bagi orang tua yang bekerja sebagai pegawai tetap, slip gaji bulanan biasanya menjadi dokumen utama yang diminta.
Sementara itu, bagi orang tua yang bekerja sebagai wiraswasta, petani, pedagang, atau pekerja sektor informal, kampus biasanya menerima surat keterangan penghasilan yang dikeluarkan oleh kelurahan atau desa.
Dokumen ini memuat informasi penghasilan secara. Ketidakjelasan nominal atau data yang tidak sesuai dapat memperlambat proses penetapan UKT, bahkan menimbulkan masalah administratif di kemudian hari.
5. Surat Keterangan Sehat dan Dokumen Tambahan
Beberapa perguruan tinggi atau program studi tertentu meminta dokumen tambahan seperti surat keterangan sehat, surat bebas narkoba, tes buta warna, atau portofolio.
Biasanya, persyaratan diberlakukan untuk jurusan yang memiliki standar kesehatan tertentu atau membutuhkan penilaian kemampuan khusus.
Surat keterangan sehat harus dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan resmi seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa calon mahasiswa dalam kondisi fisik yang memadai untuk mengikuti kegiatan perkuliahan.
Karena persyaratan tambahan ini berbeda di setiap kampus, calon mahasiswa perlu rajin memeriksa informasi terbaru di laman resmi universitas tujuan agar tidak melewatkan dokumen penting.
Baca juga: Bingung Pilih Kampus? Ini 5 Tips yang Wajib Diperhatikan Calon Mahasiswa
Lolos SNBT merupakan pencapaian besar, tetapi status tersebut baru benar-benar aman setelah seluruh proses administrasi selesai.
Ketelitian dalam menyiapkan dokumen menjadi kunci agar calon mahasiswa baru tidak gugur hanya karena kesalahan teknis dalam tahap pemberkasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Masoemuniversity.ac.id