INDOZONE.ID - Tim dosen dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meluncurkan sebuah inisiatif di kancah internasional. Mereka menyulap limbah tekstil menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan Skema Internasional, para akademisi mengajak komunitas perempuan di Malaysia untuk mengolah kembali jilbab yang tidak terpakai jadi hiasan tas fungsional dan indah.
Kegiatan yang berlangsung pada 21 Mei 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara tim dosen FT UNJ dengan Fatayat NU Malaysia.
Program didanai sepenuhnya oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, sebagai bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Baca juga: Internship di Mahidol University Thailand, Mahasiswa UMS Perdalam Skill Fisioterapi Skala Global
Kreativitas untuk Kelestarian Lingkungan
Dipimpin oleh Prof. Wesnina, tim ini beranggotakan pakar-pakar di bidangnya, termasuk Prof. Henita Rahmayanti, Nurul Hilmiyah, dan Mira Munirah.
Mereka mengusung misi besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya limbah tekstil yang kian meningkat.
Melalui pendekatan inovatif, tim mendemonstrasikan bagaimana material kain, yang sering dianggap sampah, dapat diperpanjang usia pakainya melalui teknik upcycling.
Dalam sesi pelatihan, para peserta yang terdiri dari anggota Fatayat NU Malaysia diajarkan langkah-langkah sederhana, tapi efektif untuk mengubah kain jilbab bekas jadi berbagai bentuk aksesori.
Produk akhir yang dihasilkan tidak hanya menonjolkan aspek estetika, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dipasarkan sebagai produk ekonomi kreatif.
Baca juga: DWP Unesa Gelar Pelatihan Melukis Jilbab untuk Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga
Membangun Ekonomi Berbasis Keberlanjutan
Prof. Wesnina menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar tentang keterampilan teknis menjahit atau menghias. Lebih dari itu, tujuannya adalah menanamkan gaya hidup berkelanjutan bagi masyarakat luas.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperpanjang usia material tekstil agar tidak langsung menjadi limbah. Melalui kreativitas, jilbab yang tidak digunakan dapat diolah kembali menjadi produk aksesori yang memiliki nilai estetika, fungsi, dan nilai ekonomi,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LPPM UNJ, Prof. Iwan Sugihartono, menyatakan kegiatan ini merupakan bukti peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Borong Juara di KGSI 2026, Mahasiswa USU Buktikan Inovasi Pendidikan Era Digital
Kolaborasi ini diharapkan mempererat hubungan antara UNJ dengan komunitas Indonesia di mancanegara, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan.
Melalui edukasi mengenai pengelolaan limbah, peserta diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu merintis usaha mandiri, yang berbasis pada prinsip kelestarian alam di lingkungan komunitas mereka, di Malaysia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unj.ac.id